KOTA CIMAHI, || Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Wakil Wali Kota Adhitia Yudistira meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Utama yang berlokasi di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, sebagai upaya strategis mengatasi persoalan sampah di Kota Cimahi.
Peresmian TPST Utama tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
TPST Utama Cimahi Selatan dirancang untuk mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti pelet bahan bakar dan refuse derived fuel (RDF), sehingga mampu mengurangi residu sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa pemilihan teknologi pengolahan sampah dilakukan untuk memastikan pengelolaan yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan.
“Kami memilih sistem pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan, seperti mengubah sampah menjadi pelet, RDF, dan produk lainnya,” ujar Ngatiyana.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ngatiyana mengimbau masyarakat untuk mendukung operasional TPST dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mulai membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menjelaskan bahwa TPST Utama memiliki kapasitas pengolahan sekitar 10 hingga 15 ton sampah per hari.
Menurut Chanifah, kehadiran TPST ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPA.
“Pengelolaan sampah berbasis teknologi menjadi langkah penting dalam menjawab persoalan sampah di Kota Cimahi,” kata Chanifah.
Ia menambahkan bahwa TPST Utama juga menjadi bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan di wilayah lain di Kota Cimahi.
Dengan diresmikannya TPST Utama Cimahi Selatan, Pemerintah Kota Cimahi berharap fasilitas ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada perlindungan lingkungan.
(Dewi)






