PALEMBANG, || Dibawah langit Palembang yang mendung, semangat aliansi Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM Sumsel) tak ikut meredup. Dipimpin oleh Yovi Meitaha, mereka kembali menyuarakan aspirasi di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), dalam aksi demonstrasi yang telah memasuki episode keempat. Isu yang mereka angkat tetap sama: dugaan korupsi yang menggerogoti Dinas Kesehatan Ogan Komering Ilir (OKI), sebuah luka yang tak kunjung sembuh bagi masyarakat.
Dengan nada bicara yang lugas namun penuh emosi, Yovi Meitaha mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Kejati Sumsel yang dinilai berjalan lambat dan kurang transparan. Ia menuding adanya upaya terstruktur untuk melindungi oknum-oknum yang terlibat dalam praktik korupsi ini, sehingga proses hukum berjalan tersendat-sendat.
“Kami datang ke sini dengan hati yang terluka, melihat uang rakyat dikorupsi dan keadilan seolah dipermainkan. Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus berteriak sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” tegas Yovi, suaranya bergetar menahan amarah. Kamis 18/12/2025.
SPM Sumsel, dalam aksinya, menyampaikan tiga tuntutan utama:
- Kejati Sumsel harus segera meningkatkan intensitas penyelidikan dan penyidikan terhadap 18 kegiatan pertemuan di Dinas Kesehatan OKI tahun 2024 yang diduga kuat fiktif dan menjadi lahan korupsi.
- Kejati Sumsel harus segera menetapkan tersangka tanpa pandang bulu, dan memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan.
- Kejati Sumsel harus membuka diri terhadap publik dan memberikan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai perkembangan penanganan kasus ini.
Aksi demonstrasi ini berlangsung dengan damai, namun diwarnai dengan orasi-orasi yang membangkitkan semangat perjuangan. Perwakilan dari Kejati Sumsel akhirnya bersedia menemui perwakilan pengunjuk rasa dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang diajukan.
Namun, SPM Sumsel menegaskan bahwa janji saja tidak cukup. Mereka akan terus mengawal kasus ini dan menggelar aksi-aksi lanjutan jika Kejati Sumsel tidak menunjukkan komitmen yang nyata dalam menuntaskan kasus ini.
“Kami tidak akan pernah lelah. Kami akan terus berjuang sampai keadilan benar-benar terwujud. Ini bukan hanya tentang uang, tapi tentang harga diri dan martabat masyarakat Sumatera Selatan,” pungkas Yovi dengan mata berkaca-kaca, namun tetap memancarkan semangat yang membara.
(Wan)






