TAEBENU, || Sebanyak 198 siswa SMAN 1 Taebenu mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) selama tiga hari di sekolah setempat, Kabupaten Kupang.
Kepala SMAN 1 Taebenu, Vinsensius Sasi, saat ditemui media ini menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memetakan kemampuan akademik dan mengidentifikasi siswa berkompeten di setiap satuan pendidikan, baik di tingkat kota maupun kabupaten.
“Pelaksanaan TKA berlangsung sejak 3 hingga 5 November 2025, sebagai bagian dari upaya sekolah meningkatkan mutu pendidikan berbasis kompetensi,” ujar Sasi.
Ia menambahkan, hasil ujian ini akan menjadi dasar dalam menentukan siswa berprestasi. Para peserta dengan capaian terbaik akan memperoleh sertifikat TKA, yang dapat menjadi nilai tambah dan peluang saat mengikuti tes kedinasan atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Adapun mata pelajaran yang diuji meliputi pelajaran utama, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, serta pelajaran pilihan seperti Biologi, Kimia, Fisika, Sosiologi, Ekonomi, Geografi, Seni, dan Komputer.
Ujian dilaksanakan dalam tiga sesi: pukul 08.00–11.00, 12.00–15.00, dan 15.00–18.00. Seluruh proses diawasi secara ketat oleh tim teknisi protokol untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, sementara pengawasan silang dilakukan oleh guru dari SMAN 2 Taebenu dan SMKN 1 Taebenu.
“Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti tes dengan sungguh-sungguh, dari awal hingga akhir, dan meraih hasil terbaik,” tutur Sasi penuh optimisme.
Seiring pelaksanaan TKA, pihak sekolah juga menggelar kegiatan penyelarasan visi dan misi SMAN 1 Taebenu melalui penerapan konsep pembelajaran Deep Learning bagi para guru, sejalan dengan program terbaru Kementerian Pendidikan.
“Momentum ini menjadi langkah strategis bagi kami untuk mensosialisasikan pembelajaran Deep Learning agar para guru semakin siap menerapkan pendekatan yang telah terintegrasi dalam Kurikulum Merdeka,” jelasnya.
Menurut Sasi, pembelajaran Deep Learning memiliki karakter yang menggembirakan, menyadarkan, dan bermakna. “Model ini membantu siswa membuka kesadaran melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, didukung oleh penerapan Model Belajar Gembira (MBG),” ungkap mantan Kepala SMAN 7 Kupang itu.
“Dengan adanya MBG, proses belajar menjadi lebih hidup, anak-anak lebih siap, dan interaksi di kelas berlangsung dengan suasana yang positif,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, yang hadir secara langsung untuk meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 1 Taebenu.
“Kehadiran Bapak Kadis tentu menjadi motivasi bagi kami, khususnya dalam memperkuat sosialisasi penyelarasan visi dan misi sekolah melalui pembelajaran Deep Learning.” pungkas Vinsensius Sasi.
(Desy)






