Yohanes Rumat Serahkan 100 Lembar Seng untuk Kapela St. Paulus Sulit, Wujud Syukur dan Kepedulian

SERGAP.CO.ID

BORONG, || Anggota DPRD NTT Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yohanes Rumat menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan rumah ibadah umat dengan menyerahkan 100 lembar seng bagi Kapela St. Paulus Stasi Sulit, di Kampung Sulit, Desa Paanwaru, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (19/10/2025) siang.

Bacaan Lainnya

Bantuan itu diserahkan Yohanes Rumat saat melaksanakan reses Masa Sidang I Tahun Sidang 2025–2026 DPRD NTT. Kehadirannya disambut hangat oleh warga yang tengah bekerja bersama membangun kapela secara swadaya.

Dalam kegiatan itu, Yohanes Rumat didampingi Tenaga Ahli Menteri Ketenagakerjaan RI sekaligus Pengurus DPP PKB, Maria Magdalena. Keduanya tiba di lokasi dengan penuh sukacita dan disambut dengan sapaan adat (kepok) oleh tokoh adat setempat sebagai bentuk penghormatan.

Dalam sambutannya, Yohanes Rumat menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pribadi dan aksi kemanusiaannya sebagai wakil rakyat yang selalu dekat dengan masyarakat. Ia mengaku tersentuh melihat semangat umat membangun rumah ibadah dengan tenaga sendiri.

“Bantuan ini tidak besar, tetapi menjadi tanda kasih dan dukungan saya kepada umat yang sedang berjuang membangun Kapela St. Paulus. Ini juga bentuk rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang kembali memilih saya menjadi anggota DPRD NTT,” ujarnya dengan nada tulus.

Menurutnya, pembangunan kapela bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun iman, persaudaraan, dan kebersamaan umat di Kampung Sulit. Karena itu, ia berharap bantuan tersebut dapat memantik semangat gotong royong yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat pedesaan.

Politisi PKB asal Manggarai Timur itu menambahkan, reses bukan hanya ajang menyerap aspirasi, tetapi juga momen untuk hadir dan berbagi kasih secara nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Maria Magdalena turut memberikan apresiasi atas semangat warga dalam membangun tempat ibadah tersebut. Ia bahkan berjanji akan membantu menyediakan keramik atau granit untuk melengkapi pembangunan kapela.

“Saya bantu granit, pulang ini saya carikan,” ucap Maria disambut tepuk tangan meriah dari warga dan umat yang hadir di lokasi kegiatan.

Suasana semakin haru ketika sejumlah tokoh umat menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dua tokoh PKB itu. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar material bangunan, tetapi simbol kasih dan perhatian nyata dari para pemimpin yang peduli.

Dengan penuh harapan, warga Kampung Sulit bertekad melanjutkan pembangunan kapela hingga rampung, sembari mengenang hari itu sebagai tanda berkat dan semangat baru dalam perjalanan iman mereka.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *