PJN Wilayah II BPJN NTT Kejar Waktu! Enam Proyek Jalan IJD Tahap II Siap Dilelang Pekan Ini

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT), mengebut proses pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahap II tahun 2025. Enam paket proyek yang tersebar di beberapa kabupaten kini memasuki tahap akhir persiapan lelang, dan dijadwalkan mulai ditayangkan awal pekan depan.

Bacaan Lainnya

Kasatker PJN Wilayah II, Fahrudin, S.T., memastikan seluruh dokumen lelang hampir rampung dan siap diumumkan.

“Secara keseluruhan kami telah mengusulkan enam paket kegiatan IJD tahun 2025. Kemungkinan Senin depan sudah kami lelang, mengingat waktu pelaksanaan tinggal sekitar dua bulan atau 65 hari kalender,” ujarnya di Kupang.

Ia menjelaskan, enam paket tersebut mencakup wilayah prioritas di empat kabupaten besar di Pulau Timor dan Alor. Setiap proyek diarahkan untuk membuka akses konektivitas dan mendukung pemerataan ekonomi masyarakat.

Untuk Kabupaten Alor, satu paket akan dikerjakan di ruas jalan Bukapiting–Apoi sepanjang 4 kilometer dengan alokasi dana Rp14 miliar. Ruas ini menjadi akses penting yang menghubungkan kawasan pegunungan dengan pesisir utara.

Kabupaten Belu mendapat dua paket kegiatan. Pertama, ruas jalan Kota Poun–Tubakeban sepanjang 4,4 kilometer dengan anggaran Rp18,5 miliar. Kedua, ruas jalan Teun–Halilulik sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp17,3 miliar. Keduanya diharapkan memperlancar mobilitas menuju kawasan perbatasan RI–Timor Leste.

Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), proyek akan fokus pada ruas jalan Manumea–Ponu sepanjang 5,58 kilometer dengan alokasi dana Rp26,1 miliar. Sedangkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), proyek menyasar ruas jalan Kilobesa–On sepanjang 6 kilometer dengan nilai Rp24,8 miliar.

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS): Pemerintah Daerah setempat mengusulkan kegiatan di ruas jalan Kilobesa On, dengan panjang penanganan 6 kilometer dan alokasi dana sebesar Rp24,8 miliar.

Kabupaten ruas jalan Provinsi Halilulik 4 Kilometer sebesar Rp17,3 Milyar.

“Seluruh pelelangan akan menggunakan sistem katalog elektronik dengan metode mini kompetensi. Begitu dokumen siap, kami langsung tayangkan agar penyedia jasa dari masing-masing kabupaten bisa ikut menawar,” jelas Fahrudin.

Menurutnya, ruang lingkup penanganan meliputi peningkatan kualitas jalan dengan metode overlay satu lapis dan pelebaran jalur dari 4,5 menjadi 5,5 meter.

“Pengerasan jalan menyesuaikan desain teknis, dengan agregat dan satu lapisan sesuai standar. Kami harus efisien karena waktu sangat terbatas,” tambahnya.

Namun, ia mengakui faktor cuaca ekstrem menjadi tantangan terbesar di lapangan.

“Kami berharap cuaca bersahabat agar target penyelesaian sebelum 31 Desember bisa tercapai,” katanya.

Total anggaran untuk program IJD NTT tahun 2025 mencapai Rp376 miliar, dengan Tahap II menyerap Rp269 miliar dan Tahap I Rp107 miliar. Dari 32 ruas yang diusulkan tahun ini, hanya 18 paket yang disetujui, dua di antaranya dipecah sehingga total menjadi 20 paket.

“Dari total itu, lima paket sudah berkontrak, sementara 15 lainnya dalam proses persiapan lelang,” ujar Fahrudin.

Ia menegaskan, seluruh proyek akan dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan mutu yang telah ditetapkan.

“Amanah yang diberikan melalui program IJD ini harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Mutu dan ketepatan waktu adalah prioritas utama,” tegasnya.

Fahrudin menutup dengan optimisme bahwa proyek-proyek ini akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setelah rampung, jalan-jalan ini akan mendukung konektivitas ekonomi daerah dan program swasembada pangan. Harapannya, pembangunan bisa dirasakan secara merata di seluruh wilayah NTT,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *