KAB. SEMEDANG, || Sebanyak 36 ekor domba mewakili seni ketangkasan domba Garut, termasuk 5 ekor domba juara kontes ternak, tampil di final Piala Presiden yang digelar di Pakansari, Bogor, pada 21-22 September 2025. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) dan diikuti oleh peternak dari berbagai daerah.
Kontes ini tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan dan keindahan ternak unggulan lokal, tetapi juga sebagai momentum silaturahmi antar peternak dan upaya pelestarian seni budaya Sunda.
Namun, di balik semarak dan semangat para peserta, tersimpan kegelisahan yang dirasakan para pengurus DPC HPDKI Kabupaten Sumedang sekaligus para peternak, mereka menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang masih belum menunjukkan kepedulian serius terhadap sektor peternakan tradisional, khususnya ketangkasan domba yang menjadi warisan budaya sekaligus potensi ekonomi lokal.
Sala satu pembina DPC HPDKI Sumedang, Haji Iik menyampaikan,”Ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga penggerak ekonomi rakyat dan pelestarian budaya. Sayangnya, perhatian dari bupati dan pemerintah sangat minim,” ujar Haji iik, Rabu (8/10/2025).
Kritik serupa juga datang dari ketua DPC HPDKI Sumedang, Jajang avoi, ia berharap ada regulasi dan dukungan nyata dari bupati dan pemerintah daerah. “Kalau bukan kami yang jaga budaya ini, siapa lagi? Tapi kami juga butuh apresiasi dan dukungan. Jangan hanya dilihat pas viral saja, pas perjuangannya kami sendiri,” ungkapnya.
Padahal, kontes ternak dan seni ketangkasan ini bukan sekadar ajang adu domba, tetapi juga wahana seleksi genetik ternak unggul, edukasi peternak muda, dan daya tarik wisata lokal. Potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Pemkab Sumedang.
DPC HPDKI Sumedang berharap agar pemerintah daerah lebih terbuka untuk berdialog dan berkolaborasi dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis budaya lokal. “Kami tidak minta yang muluk-muluk. Cukup diberi ruang, dukungan fasilitas dasar, dan pengakuan bahwa kami ini bagian dari pembangunan daerah,” tambah jajang.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini ditutup dengan penyerahan piala, sertifikat dan uang pembinaan kepada domba-domba terbaik di berbagai kelas, serta apresiasi kepada peternak berprestasi. Meski acara berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat, semangat para peternak akan terus diuji jika pemerintah tak segera ambil bagian dalam perjuangan mereka.
(Yas)






