MALAKA, || Sambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengadakan pawai karnaval.
Acara ini diikuti oleh 103 peserta dari berbagai tingkatan, termasuk Paud, TK, siswa-siswi Sekolah Dasar, pelajar umum, komunitas pemuda, dan para Perangkat Daerah. Pawai ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Henri Melki Simu, disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka Malaka Ferdinand Un Muti, Deken Malaka, Pater Hironimus Moensaku, Wakil Kapolres Malaka, para pimpinan OPD, para dewan juri, dan seluruh peserta karnaval, pada Kamis, (14/8/25), di lapangan Dekenat Malaka.
Tahun ini, pawai karnaval mencuri perhatian dengan banyaknya peserta, sehingga masyarakat tumpah ruah menyaksikan acara ini.
Hal tersebut memberikan dampak positif bagi UMKM, yang dagangannya laris manis. Rute yang dilalui peserta karnaval mencakup Jalan SMPN Tabene, Jalan HarekaKae, lampu merah Lapang Umum Betun, lampu merah Pasar Beabuk, sebelum kembali ke lapangan Dekenat Malaka. Untuk menjaga keamanan acara dan mengatur lalu lintas, anggota Polres Malaka melakukan rekayasa lalu lintas yang baik, sehingga tidak terjadi kemacetan. Kerjasama antara TNI-Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Malaka dalam kelancaran acara tersebut.
Pantauan media ini, pelaksanaan lomba pawai karnaval tahun ini berlangsung aman serta sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, sehingga semua peserta sudah mencapai garis finis sebelum magrib. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Henri Simu menyatakan bahwa pawai hari ini bukan sekadar ajang hiburan.
Acara ini juga menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan rasa cinta tanah air. Melalui berbagai busana, atraksi, dan penampilan, tersirat pesan bahwa keberagaman merupakan kekuatan besar untuk memajukan daerah dan bangsa.
Kegiatan ini juga sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun semangat gotong royong, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan para peserta yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan Karnaval Kemerdekaan untuk memeriahkan Hari ulang tahun Ke-80 Republik Indonesia,” ungkap Henri Simu.
Henri Simu menekankan pentingnya menjadikan acara seperti ini bukan hanya seremonial semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa saling menghargai antar masyarakat di Kabupaten Malaka. Melalui kegiatan ini, peran serta masyarakat dalam merayakan kemerdekaan dapat semakin diperkuat dan menjadi tradisi yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
(Dessy)






