Prof. Apris Adu Resmi Daftar Calon Rektor Undana, Usung Transformasi Pendidikan dan Visi Global

Caption Prof. Apris Adu Resmi Daftar Calon Rektor Undana 2025-2029, Usung Visi Digitalisasi dan Inklusi.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tengah memasuki babak penting dalam sejarahnya. Masa suksesi kepemimpinan telah resmi bergulir sejak awal Agustus 2025, menandai dimulainya proses pemilihan rektor baru. Dinamika kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur ini pun mulai menghangat, seiring munculnya tokoh-tokoh yang siap memimpin ke depan.

Bacaan Lainnya

Salah satu nama yang secara resmi menyatakan kesiapan adalah Prof. Dr. Apris Adu, S.Pt., M.Kes. Akademisi yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana itu mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Proses pendaftaran berlangsung di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor di ICT Center Undana, di mana Prof. Apris hadir didampingi keluarga, kerabat, dan sejumlah dosen. Momen ini menjadi penegasan keseriusannya untuk membawa Undana menuju arah baru.

Kepada media ini, Kamis (15/8) sore, Prof. Apris memaparkan tekadnya. Ia menilai Undana telah berada di titik strategis untuk melakukan lompatan besar dalam kualitas pendidikan tinggi di wilayah timur Indonesia.

“Ke depan, kita harus meningkatkan kualitas agar Undana bisa masuk dalam 100 besar universitas terbaik di Indonesia. Undana sudah berada pada titik penting dalam membangun pendidikan modern yang berdampak luas,” ujarnya.

Dalam dokumen visi-misi yang diserahkan, Prof. Apris menitikberatkan penguatan Undana sebagai institusi unggul, inklusif, dan relevan, dengan fokus pada tantangan khas NTT seperti wilayah kepulauan dan lahan kering. Ia juga menyoroti potensi sektor pariwisata sebagai bagian dari strategi pengembangan.

Transformasi berkelanjutan menjadi kata kunci. Menurutnya, digitalisasi, inovasi akademik, dan reformasi sistem harus berjalan seiring.

“Undana harus menjadi kampus unggul, inklusif, berdampak bagi NTT, dan berorientasi global. Semua pelayanan diarahkan untuk kepentingan mahasiswa,” tegasnya.

Prof. Apris juga menggarisbawahi pentingnya nilai pluralisme, kejujuran, kerja keras, dan kolaborasi. Prinsip-prinsip itu, katanya, harus menjadi budaya yang dipegang seluruh sivitas akademika.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum., mengonfirmasi bahwa pendaftaran calon rektor telah dibuka sejak 4 Agustus dan akan berakhir pada 19 Agustus 2025.

Menurut Prof. Simon, minimal harus ada empat pendaftar untuk melanjutkan tahapan berikutnya. “Kalau jumlahnya belum terpenuhi, pendaftaran akan diperpanjang hingga dua kali. Jika masih belum mencapai empat, kami akan konsultasi dengan kementerian,” jelasnya.

Tahapan ini menjadi krusial, mengingat rektor baru akan menentukan arah Undana lima tahun ke depan. Isu-isu strategis seperti peningkatan akreditasi, daya saing lulusan, serta kontribusi kampus bagi pembangunan NTT akan menjadi tantangan besar.

Dengan langkah awal yang penuh keyakinan, Prof. Apris Adu kini resmi masuk dalam gelanggang kompetisi akademik tertinggi di Undana. Pertarungan gagasan dan kepemimpinan pun dipastikan akan berlangsung sengit, demi masa depan kampus yang lebih maju dan berdaya saing global.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *