BANDUNG, || Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) yang berlangsung pada 1–2 Agustus di Bandung, Jawa Barat, menetapkan Prof. Dr. M. Budi Djamiko sebagai Ketua Umum APTISI periode 2025–2030.
Ini menandai terpilihnya kembali Prof. Budi untuk dua periode kepemimpinan, setelah sebelumnya menjabat pada periode 2021–2025.
Dalam Munas VII yang diikuti sekitar 3.000 peserta dari 36 provinsi di Indonesia, Dr. Semuel Haning, SH., MH., juga terpilih sebagai formatur. Ia akan mendampingi Ketua Umum terpilih dalam menyusun struktur kepengurusan APTISI dan merancang program strategis untuk kemajuan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.
Salah satu agenda utama dari Munas kali ini adalah merumuskan arah baru dan terobosan kebijakan untuk penguatan daya saing PTS di era digital dan global. Setelah terbentuknya struktur kepengurusan yang baru, APTISI akan menyampaikan hasil Munas kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk dilakukan pelantikan secara resmi.
Munas VII juga menghadirkan Prof. Brian Yuliarto dari bidang Sains dan Teknologi (Saintek) sebagai pembicara utama. Dalam sambutannya, ia mengangkat tema penting bertajuk “Membangun PTS Berdampak Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Materi ini menekankan peran vital PTS dalam mencetak SDM unggul untuk masa depan Indonesia.
Prof. Budi Djamiko dalam pidatonya menyatakan komitmennya untuk terus menguatkan sinergi antar-PTS serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi swasta secara nasional. Ia menegaskan, APTISI harus menjadi garda depan dalam menyongsong visi Indonesia Emas yang inklusif dan berbasis inovasi.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, APTISI di bawah kepemimpinan baru diharapkan dapat mendorong akselerasi transformasi pendidikan tinggi swasta menuju standar global, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
(Dessy)






