TASIKMALAYA, || Di sebuah desa kecil bernama Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, tinggal seorang tokoh Minang yang pernah menorehkan prestasi di panggung teknologi dunia. Dialah Ricky Elson, ahli motor listrik yang sempat berkarya di Jepang dan menciptakan puluhan inovasi kendaraan listrik global. Namun kini, ia memilih jalan sunyi: mengajar, berkarya, dan membangun dari kampung demi masa depan Indonesia.
Dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, Ketua Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT) bersilaturahmi ke Padepokan Lentera Angin Nusantara—rumah ilmu dan pusat karya yang didirikan Ricky Elson untuk masyarakat. Pertemuan ini tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan, kebanggaan, serta cita-cita besar bagi perantau Minang di manapun berada.
Dari Jepang ke Desa: Jalan Pulang Sang Ilmuwan
Selama lebih dari satu dekade, Ricky Elson berkarya di Jepang sebagai peneliti motor listrik untuk industri otomotif dunia. Ia tercatat sebagai pemegang berbagai paten teknologi motor listrik presisi tinggi dan berperan dalam pengembangan mobil listrik dari berbagai merek ternama.
Namun pada 2013, ia memilih untuk pulang ke tanah air. Keputusan besar ini tidak lepas dari pertemuannya dengan Dahlan Iskan, saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN. Dahlan melihat potensi besar dalam diri Ricky dan menawarkannya pulang ke Indonesia untuk mengembangkan mobil listrik nasional.
Pertemuan pertama mereka begitu singkat, namun menentukan.
Saya tak bisa banyak menjanjikan apa-apa. Tapi negeri ini butuh orang sepertimu,” kata Dahlan Iskan, sebagaimana diceritakan Ricky.
Didorong oleh semangat nasionalisme dan keyakinan pada perubahan, Ricky menerima tantangan itu. Ia lalu memimpin pengembangan mobil listrik nasional SELO dan GENDHIS, serta membangun padepokan riset di desa terpencil.
Saya tidak pulang untuk menjadi siapa-siapa. Saya pulang untuk membangun manusia, agar bangsa ini bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” ujar Ricky Minggu 27/7/2025.
Karya-Karya Nyata untuk Negeri
Beberapa karya Ricky Elson setelah kembali ke Indonesia mencakup:
- Mobil listrik SELO dan GENDHIS
- Motor listrik untuk kendaraan roda dua dan bus
- Pengembangan turbin angin skala desa
-Sistem listrik mandiri untuk wilayah terpencil
-Padepokan Lentera Angin Nusantara sebagai pusat edukasi dan inovasi teknologi rakyat
Atas dedikasinya, Ricky telah menerima berbagai penghargaan, termasuk sebagai Tokoh Perubahan Republika, dan dikenal luas sebagai inspirator generasi muda dalam bidang energi terbarukan serta teknologi berbasis masyarakat.
Pesan Ricky Elson untuk Perantau Minang
Dalam suasana hangat silaturahmi bersama Ketua IKM Tasikmalaya, Ricky menyampaikan pesan mendalam:
“Jangan puas dengan yang ada. Kita harus kreatif, buat terobosan. Gunakan teknologi untuk memperkuat usaha. Hidup di rantau adalah tantangan, tapi juga ladang ibadah. Kita harus tetap menjaga semangat dan terus tumbuh.”
Ia menekankan bahwa kekompakan perantau Minang adalah kekuatan sejati—sebuah modal sosial yang bisa menggerakkan kekuatan ekonomi, budaya, sosial, bahkan keagamaan.
Ricky juga memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Masjid IKM Tasikmalaya yang sedang digagas warga Minang Tasikmalaya, sebagai simbol syiar Islam sekaligus kecintaan pada kebersamaan.
Menjadi Minang Adalah Anugerah
Walaupun merantau jauh, jangan pernah membuang Minang dari diri kita. Budaya Minang adalah kandungan jiwa. Di sanalah ada kekuatan, harga diri, dan daya tahan yang tak mudah dipatahkan.”
Bagi Ricky Elson, identitas Minang adalah bekal mental dalam menghadapi kehidupan. Budaya Minang adalah sumber nilai, etika, dan semangat juang yang dapat hidup berdampingan dengan siapa pun, di mana pun.
Kebanggaan yang Menyalakan Semangat Bersama
Kisah ini menjadi cermin kebanggaan dan sumber inspirasi, khususnya bagi warga Minang di Tasikmalaya. Bahwa di tengah-tengah kita, ada sosok luar biasa seperti Ricky Elson—seorang teknokrat dunia yang hidup bersahaja namun berkarya luar biasa untuk bangsa.
Semoga pertemuan ini menjadi pemantik semangat bahwa:
-Kita harus terus meningkatkan kualitas diri
-Kita harus lebih kompak dan saling peduli sebagai sesama perantau Minang
-Kita harus berbuat nyata bagi masyarakat, di mana pun kita berada
-Karena sejatinya, kemuliaan perantau Minang bukan diukur dari apa yang kita raih untuk diri sendiri, tetapi dari apa yang kita beri untuk sesama dan negeri ini.
(R**)






