NAGERAWE, || Suasana Desa Nagerawe di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, terasa berbeda selama empat hari terakhir. Sejak 23 hingga 26 Juli 2025, desa kecil yang asri itu menjadi lokasi kegiatan Kema Kerja Bakti Sosial Kemasyarakatan (KKB-SK) yang digelar Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Asal Boawae (HIPPMAB) Kupang.
Dengan mengusung tema “Mahasiswa Berdaya, Masyarakat Berjaya”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kiprah mahasiswa sebagai agen perubahan yang tak hanya berteori, tetapi juga terjun langsung menyentuh realitas di akar rumput.
Ketua Umum HIPPMAB Kupang, Emilianus Erickson Kasa, menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan.
“Kami datang dengan niat mendengar, memahami, dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Mahasiswa bukan hanya penghuni ruang kuliah, tetapi juga bagian dari denyut nadi pembangunan,” tegas Erickson saat membuka kegiatan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Nagekeo, Imanuel Ndun. Dalam pembekalannya, Ndun menekankan pentingnya karakter dan kapasitas bagi generasi muda.
“Jangan hanya mengejar gelar, kejarlah kualitas. Karena dari pribadi-pribadi unggul, daerah pun akan maju,” tuturnya.
Sejumlah instansi turut terlibat memberikan materi dalam sesi edukatif. Dari Poskeswan Boawae, drh. Ovin mengulas pentingnya kesehatan hewan dalam mendukung ekonomi desa. Dinas Pertanian juga hadir lewat penyuluh Carles Sawu yang mengajak warga kembali menghargai tanah sebagai sumber hidup.
Tak ketinggalan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memberikan pelatihan tentang pengelolaan BUMDes dan kelembagaan desa. Sementara Dinas Dukcapil hadir membawa layanan langsung untuk masyarakat, dari pembuatan KTP hingga kartu keluarga. KPU Nagekeo pun menyisipkan edukasi pentingnya peran pemilih muda dalam demokrasi.
Kegiatan lapangan menjadi daya tarik tersendiri. Aksi tanam pohon dilakukan di beberapa titik strategis seperti kantor desa, gereja, dan sekolah dasar. Langkah kecil, namun bermakna besar untuk masa depan lingkungan.
Hari terakhir diisi dengan pentas seni yang meriah. Suara tawa dan tepuk tangan terdengar saat anak-anak dari TK hingga SMP menampilkan tari-tarian dan nyanyian. TK Rintisan Flora, SDI Rawe, SDN Rawe, hingga SMPN 1 Boawae Satap tampil penuh semangat.
Kepala Desa Nagerawe, Falentinus Lado, menutup kegiatan dengan penuh haru.
“Kami merasa dihargai. Mahasiswa datang bukan untuk menggurui, tapi untuk belajar bersama kami. Terima kasih untuk semangat dan cinta yang dibagikan,” ucapnya.
Bagi warga Nagerawe, kehadiran HIPPMAB bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan suntikan semangat dan harapan. Bagi para mahasiswa, ini adalah pelajaran berharga yang tak ditemukan di ruang kuliah.
KKB-SK telah usai, namun gaung semangatnya masih terasa. Mahasiswa kembali ke Kupang, dan Nagerawe kembali ke rutinitas. Namun benih kolaborasi telah ditanam siap tumbuh dan berbuah di masa depan.
(Dessy)






