PALEMBANG, || Suksesnya Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Musyawarah Kerja (MUSKER) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ash-Shiddiqiyah akhir pekan lalu menandai tonggak penting dalam pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Berlangsung selama dua hari, 20-21 Juli 2025, kegiatan bertema “Melahirkan Generasi Kepemimpinan Mahasiswa yang Siap Berkarya untuk Umat dan Bangsa” ini berhasil menyatukan seluruh anggota DEMA dalam sebuah komitmen untuk berkontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.
Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Ash-Shiddiqiyah, Nilla Rojana, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas antusiasme peserta. Lebih dari sekadar pelatihan dan rapat kerja, acara ini menjadi inkubator bagi lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang visioner dan berani. “Kepemimpinan bukan soal jabatan, tetapi soal keberanian untuk membawa perubahan,” tegas Nilla. PKD, menurutnya, merupakan langkah awal dalam perjalanan panjang untuk membuktikan peran mahasiswa sebagai penggerak, bukan sekadar pelengkap. Selasa 22 Juli 2025.

Materi pelatihan yang komprehensif mencakup nilai-nilai kepemimpinan, strategi kerja tim, dan manajemen program yang efektif. Sesi MUSKER, yang tak kalah penting, berfokus pada perumusan rencana kerja setiap kementerian dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPH) yang visioner, realistis, dan berdampak signifikan. Para peserta, yang terdiri dari seluruh anggota DEMA, berkolaborasi untuk merancang program-program yang relevan dengan kebutuhan kampus dan masyarakat luas.
Suksesnya acara ini tak lepas dari kerja keras panitia, dedikasi para pemateri yang inspiratif, dan partisipasi aktif seluruh peserta. Semangat yang terbangun selama PKD dan MUSKER diharapkan dapat terus menyala hingga akhir masa bakti, menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi umat, bangsa, dan almamater tercinta. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen DEMA IAIN Ash-Shiddiqiyah dalam mencetak generasi pemimpin yang kompeten dan berintegritas. Nilla mengakhiri sambutannya dengan seruan “Salam Progresif!” yang menggemakan semangat perubahan dan kemajuan.
(Wandriansyah)






