KUPANG, ||Di balik kesederhanaannya, SMAN 10 Kupang tengah berbenah diri secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berjalan kondusif, sekolah yang dipimpin oleh Ebenhaezer ini juga gencar membekali siswa dengan berbagai keterampilan non-akademik.
Mulai dari bimbingan debat bahasa Inggris, hingga pengembangan bakat seni tari dan vokal, semua digenjot untuk membentuk karakter siswa yang kompetitif.
Plt. SMAN 10 Kupang, Ebenezer Simanjuntak mengakui bahwa jalan menuju prestasi puncak masih panjang.
“Kita sudah membina anak-anak dan guru untuk membimbing mereka secara intensif. Memang, saat ini kita mungkin masih tertinggal dibandingkan sekolah lain dan belum meraih peringkat juara, namun semangat untuk terus belajar dan berkompetisi tidak pernah padam,” ujarnya dengan nada optimis.
Meski menghadapi tantangan anggaran, SMAN 10 Kupang menunjukkan komitmen tinggi untuk berpartisipasi dalam setiap event bergengsi, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi maupun PGRI.
“Prinsip kami, selama ada dana dan kesempatan, kami akan ikut serta. Ini penting agar siswa mendapat pengalaman nyata,” tambah Ebenhaezer.
Transformasi fisik sekolah juga terlihat nyata. Berbagai perbaikan sarana dan prasarana dilakukan bertahap demi kenyamanan warga sekolah. Pagar sekolah telah rampung dibangun, dan kursi-kursi lama telah diganti dengan unit baru yang lebih layak. Pendanaan untuk revitalisasi ini berasal dari kombinasi Dana BOS dan Dana IPP (Incentive Performance Program).
“Banyak komponen yang kami dapatkan secara gratis atau swadaya, tapi tidak masalah. Yang penting adalah kemajuan sekolah tetap berjalan,” jelasnya.
Rencana perbaikan terus berlanjut sepanjang tahun ini. Pihak sekolah menargetkan penambahan fasilitas tempat sampah di setiap sudut sekolah dan pembangunan sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bersih.
“Semua dilakukan pelan-pelan namun pasti. Awal tahun ini saja kita sudah mulai realisasikan,” tutur Ebenhaezer.
Di tengah upaya pembenahan infrastruktur, kualitas akademik dan kedisiplinan siswa tetap menjadi prioritas utama.
Sinergi antara guru dan siswa diperkuat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih baik. Bagi SMAN 10 Kupang, setiap langkah kecil hari ini adalah investasi besar untuk mencetak generasi unggul di masa depan.
(Desy)






