TABUNDUNG || Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan aparat teritorial. Babinsa Koramil 04/Tabundung Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Ejiman, turun langsung ke sawah melakukan pengecekan lahan padi bersama petani di Desa Karita, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan TNI kepada petani guna memastikan kondisi tanaman sekaligus menyerap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Dalam kunjungan itu, Babinsa tidak hanya memantau pertumbuhan padi, tetapi juga berdialog langsung dengan petani terkait perkembangan tanaman, kebutuhan sarana produksi, hingga persoalan teknis yang memengaruhi hasil panen.
Sertu Ejiman mengatakan, keterlibatan Babinsa di sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, peran aparat kewilayahan tidak terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, termasuk membantu petani meningkatkan produktivitas.
“Kami hadir untuk memberikan motivasi dan pendampingan. Harapannya, petani semakin semangat mengelola lahan sehingga hasil panen bisa meningkat,” ujarnya di sela kegiatan.
Dari sisi petani, kehadiran Babinsa dinilai memberikan dorongan moral sekaligus membantu menjembatani komunikasi dengan pihak terkait. Sejumlah petani Desa Karita menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang dinilai aktif turun langsung ke lapangan dan tidak hanya memberikan imbauan.
Menurut mereka, pendampingan tersebut membantu petani lebih percaya diri dalam mengelola lahan, terutama saat menghadapi tantangan seperti perubahan cuaca, ketersediaan air, hingga serangan hama. Dengan adanya komunikasi langsung, petani juga lebih mudah menyampaikan kebutuhan maupun kendala yang dihadapi.
Namun demikian, sejumlah tantangan di sektor pertanian masih menjadi perhatian. Petani mengungkapkan bahwa produktivitas padi tidak hanya dipengaruhi oleh pendampingan, tetapi juga faktor lain seperti ketersediaan pupuk, irigasi, dan stabilitas harga hasil panen. Tanpa dukungan menyeluruh, peningkatan produksi dinilai sulit dicapai secara optimal.
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu turut memengaruhi pertumbuhan tanaman padi di wilayah tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, perubahan pola hujan berdampak pada jadwal tanam dan kualitas hasil panen. Hal ini menjadi salah satu isu yang disampaikan petani kepada Babinsa saat kegiatan berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Sertu Ejiman menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar permasalahan yang dihadapi petani dapat ditangani secara bertahap. Ia menyadari bahwa peran Babinsa bersifat pendampingan, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor untuk menghasilkan solusi yang lebih komprehensif.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa juga sejalan dengan komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui kegiatan teritorial, Babinsa diharapkan mampu menjadi penggerak di tingkat desa, termasuk dalam mengawal sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa keterlibatan aparat dalam sektor pertanian perlu diimbangi dengan kebijakan teknis yang berkelanjutan. Pendampingan di lapangan dinilai efektif dalam jangka pendek, tetapi peningkatan produktivitas jangka panjang membutuhkan dukungan infrastruktur, teknologi pertanian, serta akses pasar yang memadai.
Dengan demikian, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan. Tanpa koordinasi yang kuat, berbagai upaya yang dilakukan di tingkat lapangan berpotensi tidak berjalan optimal.
Secara keseluruhan, kegiatan pengecekan lahan yang dilakukan Babinsa di Desa Karita mencerminkan pendekatan langsung dalam mendukung petani. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat hubungan sosial serta membangun kepercayaan.
Ke depan, keberlanjutan program pendampingan ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan dukungan berbagai pihak. Jika dikelola dengan baik, kolaborasi antara TNI dan petani dapat menjadi model dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
Dengan berbagai tantangan yang ada, langkah-langkah pendampingan seperti yang dilakukan Babinsa Tabundung diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan di wilayah Sumba
Timu






