KUPANG, || Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur tengah menggelontorkan anggaran Rp4,8 miliar untuk menangani persoalan drainase dan perkerasan jalan nasional di Kota Kupang.
Proyek ini kini sudah mulai terlihat geliatnya di sejumlah titik vital kota, termasuk di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Urip Sumoharjo.
Kepala Satuan Kerja (Satker) SKPD Lingkup BPJN NTT, Rama Usman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini difokuskan pada penanganan drainase sepanjang 700 meter, terutama di kawasan yang rawan genangan.
“Kami sadar anggaran tahun ini terbatas, jadi kami maksimalkan untuk drainase dan tambal sulam jalan nasional Kupang–Bolok–Tenau,” jelasnya.
Rama menambahkan Proyek drainase ini menggunakan metode box culvert u-ditch, bukan lagi pengerjaan manual seperti sebelumnya. Menurut Rama, metode ini mempercepat pekerjaan sekaligus meminimalisasi gangguan.
“Begitu gali dua meter, langsung tanam box saluran, lalu tinggal finishing. Cepat dan efisien,” ungkapnya.
Pelaksana proyek adalah Hutama Mitra Nusantara (HMN), perusahaan mitra yang ditunjuk melalui proses tender. Rama memastikan bahwa pelaksanaan di lapangan diawasi ketat dan dikejar agar sesuai tenggat waktu.
“Kami terus mendorong tim pelaksana untuk menjaga mutu dan ritme kerja,” tegasnya.
Hal senada disampaikan PPK 0.1 Maria josepha, menyebut bahwa pekerjaan preservasi tersebut sudah dimulai sejak kontrak efektif pada 9 Mei 2025, dan hingga kini progres fisik sudah mencapai 2,93 persen. Target penyelesaian proyek adalah 31 Desember 2025, dengan panjang awal pengerjaan yang sedang berlangsung mencapai 30 meter dari total 420 meter tahap pertama.
Untuk menghindari gangguan aktivitas warga dan pelaku usaha, pihaknya telah lebih dulu melakukan sosialisasi kepada kelurahan dan UMKM di sepanjang ruas terdampak. Informasi mengenai rekayasa lalu lintas, jadwal kerja, dan titik galian juga disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami di lapangan berkoordinasi intens dengan PLN, PDAM, dan Telkom terkait potensi gangguan utilitas. Selain itu, kami sudah pasang rambu lalu lintas dan lampu pengarah di lokasi agar masyarakat tetap aman dan nyaman,” ujar Josepha.
Lanjut Josepha, Pemerintah mengingatkan warga agar berhati-hati saat melintasi Jalan Ahmad Yani, Jembatan Merdeka, hingga ke simpang Jalan Adhyaksa, karena beberapa segmen jalan akan ditutup sebagian selama proses berlangsung. Pengendara diminta memperhatikan rambu dan arahan petugas.
Pengerjaan ini bagian dari rencana jangka panjang mengatasi genangan musiman di kota. Tanpa drainase yang baik, tambal sulam jalan hanya bersifat sementara.
Ke depan, BPJN NTT menargetkan penanganan lanjutan drainase hingga ke Cabang Laguna sepanjang 300 meter. Jika anggaran memungkinkan, sambungan saluran akan dituntaskan dalam periode anggaran tahun depan.
“Harapan kami, pekerjaan ini jadi solusi permanen. Meski terlihat sederhana, drainase adalah fondasi kota yang tahan cuaca. Dengan anggaran Rp4,8 miliar ini, kami mulai dari dasar,” tutup Josepha.
(Desy)






