Wakil Wali Kota Tasikmalaya Buka Seminar Ekonomi Islam untuk Indonesia Emas 2045

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Buka Seminar Ekonomi Islam untuk Indonesia Emas 2045

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara secara resmi membuka Seminar Sehari bertema “Sistem Ekonomi Islam sebagai Solusi Tepat untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045 yang digelar pada Sabtu, 28 Juni 2025, di Ballroom Hotel Aston Kota Tasikmalaya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai ekonomi Islam dalam menjawab tantangan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebut sistem ekonomi Islam relevan untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Ekonomi Islam bukan hanya soal transaksi halal, tetapi juga mencakup keadilan distribusi, etika bisnis, dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Ini sangat relevan untuk masa depan Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Seminar ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, praktisi ekonomi syariah, serta perwakilan dari lembaga keuangan dan organisasi kemasyarakatan.

Selain membuka acara, Wakil Wali Kota juga mengapresiasi para penyelenggara dan narasumber yang hadir karena telah mengangkat tema yang strategis dan solutif dalam konteks pembangunan jangka panjang nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih luas mengenai prinsip-prinsip ekonomi Islam dan bagaimana sistem tersebut dapat diimplementasikan di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan nasional.

Para narasumber dalam seminar ini berasal dari kalangan akademisi dan praktisi ekonomi Islam yang membahas beragam topik, mulai dari keuangan syariah, wakaf produktif, hingga peran UMKM dalam ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

Penyelenggara berharap hasil dari seminar ini dapat menjadi kontribusi pemikiran dalam merumuskan arah kebijakan ekonomi daerah dan nasional yang berlandaskan pada keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan ekonomi Islam dalam sistem pembangunan Indonesia ke depan.

(Rizal*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *