KOTA CIMAHI, || Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menggelar Cimahi Hepi Run 2025 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-24. Kegiatan olahraga ini berhasil menyedot antusiasme tinggi masyarakat, dengan melibatkan lebih dari 2.000 peserta yang mengikuti kategori lari 3 km, 5 km, dan 10 km.
Acara berlangsung pada Sabtu (22/6) di Lapangan Rajawali, Jalan Gatot Subroto, yang juga menjadi titik start dan finish. Gelaran ini menjadi penutup dari serangkaian event peringatan HUT Kota Cimahi ke-24 yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir. Masyarakat dari berbagai kalangan—mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cimahi—turut memeriahkan acara lari perdana yang digelar di kota berjuluk “Kota Tentara” ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pentingnya olahraga sebagai elemen fundamental dalam meningkatkan kebugaran jasmani. Lebih dari itu, olahraga juga dinilai sebagai sarana pembentukan karakter bangsa.
“Masyarakat yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang prima akan memiliki produktivitas kerja yang tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas suatu kota. Kondisi masyarakat yang demikian merupakan modal dasar yang sangat kuat dan diperlukan untuk kelanjutan pembangunan nasional,” ujar Ngatiyana.
Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga juga dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular, seperti jantung, diabetes, hipertensi, hingga gangguan mental-emosional. Oleh karena itu, Cimahi Hepi Run bukan sekadar perayaan ulang tahun kota, melainkan juga bentuk edukasi sekaligus ajakan untuk menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan.
“Diharapkan tumbuh kesadaran di benak setiap peserta, khususnya masyarakat Kota Cimahi dan sekitarnya, untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Sekaligus meningkatkan interaksi sosial antarwarga dan menggalakkan pola hidup sehat agar dapat lebih maksimal dalam berkarya dan mengisi pembangunan,” tambahnya.
Dalam sesi wawancara, Ngatiyana menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga pendaftaran harus ditutup lebih awal demi mencegah lonjakan peserta.
“Karena saat itu kita buka (pendaftaran), dalam empat hari sudah ada 2.000 peserta yang mendaftar. Akhirnya kita tutup lebih cepat, daripada bludak. Dan ini maraton pertama yang kita lakukan di Cimahi,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk menjaring bibit atlet potensial dari berbagai usia, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Pemerintah Kota Cimahi, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan semacam ini melalui penyediaan fasilitas dan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan TNI dan Polri.
“Ke depannya, bagi masyarakat Kota Cimahi, ayo kita berdayakan olahraga. Apa pun jenis olahraganya, yang penting menggerakkan badan agar kita sehat dan panjang usia,” pungkasnya.