MAUMERE, || Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di wilayahnya. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan sosialisasi perkarantinaan yang digelar oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT (Karantina NTT), Kamis (12/6).
Dalam sambutannya, Bupati Yoris menyampaikan bahwa pengawasan yang ketat bukan hanya soal kesehatan dan keamanan, tapi juga langkah strategis untuk mempercepat ekspor komoditas unggulan daerah. Ia meminta Barantin dan instansi terkait agar terus berkoordinasi, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat peningkatan daya saing komoditas lokal.
“Sinergi adalah kunci. Kita ingin lalu lintas komoditas berjalan lancar, tapi juga aman dan sesuai standar. Dengan begitu, produk pertanian dan perikanan kita bisa lebih mudah menembus pasar ekspor,” ujar Yoris di Maumere.
Kegiatan sosialisasi yang mengangkat tema “Sinergisitas Antar-Instansi Dalam Rangka Memperkuat Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Kabupaten Sikka” ini diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah, petugas karantina, aparat penegak hukum, hingga pelaku usaha.
Kepala Karantina NTT, Simon Soli, dalam pemaparannya menegaskan bahwa lembaganya memiliki mandat untuk menjaga wilayah dari ancaman hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
“Karantina adalah garda terdepan. Kami berwenang mencegah penyebaran HPHK, HPIK, dan OPTK. Dengan perlindungan ini, kita menjaga keberlanjutan sumber daya alam hayati dan mendukung perdagangan yang sehat,” kata Simon.
Simon juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi para pelaku usaha, memastikan kegiatan bisnis tetap produktif namun tetap dalam koridor hukum dan ketentuan teknis karantina.
Senada dengan itu, Quartus Jenus Keupung, Medik Veteriner dari Dinas Peternakan Kabupaten Sikka, mengingatkan bahaya penyakit zoonosis dan pentingnya memastikan hewan yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat.
“Pengawasan yang ketat berarti kita menjaga stabilitas peternakan dan perekonomian daerah,” ujarnya.
Dari sektor perikanan, Malik Bakhtiar, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Sikka, menyatakan bahwa potensi laut Sikka sangat besar dan menjadi daya tarik investasi.
“Peran karantina menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas dan kelayakan produk perikanan kita,” jelasnya.
Tak ketinggalan, dari aspek hukum, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sikka, Djafar Awad Alkatiri, menyoroti peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Karantina sebagai penegak hukum yang punya keahlian khusus dalam bidang perkarantinaan. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum agar sistem berjalan profesional dan berintegritas.
Dengan adanya kegiatan ini, Barantin berharap sinergi antarlembaga dapat terus ditingkatkan, sehingga pengawasan komoditas di Kabupaten Sikka tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(Dessy)






