KUPANG, || Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTT, Yohanes Landu Praing, mengimbau seluruh jajaran karyawan—baik di kantor pusat maupun kantor cabang pembantu—untuk meningkatkan soliditas kerja demi tercapainya target bisnis yang telah ditetapkan.
Dalam keterangannya melalui sambungan telepon pada Senin (9/6/2025), yang lalu Yohanes menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit di tengah tantangan bisnis perbankan yang semakin kompleks.
“Saya minta agar seluruh karyawan dan pimpinan di semua level lebih solid, karena ini sangat menentukan tercapainya rencana bisnis yang telah kita tetapkan,” ujarnya.
Terkait promosi jabatan, Yohanes memastikan seluruh proses dilakukan secara objektif dan transparan. Para calon Pemimpin Cabang yang mendapat promosi telah melalui tahapan asesmen ketat yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).
“Seluruh kandidat telah melalui asesmen oleh LPPI, lembaga independen yang berpengalaman dalam menilai kapasitas dan integritas calon pimpinan perbankan,” jelasnya.
Lebih lanjut, proses promosi jabatan juga melibatkan kajian dari Divisi Legal, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko Bank NTT. Menurut Yohanes, mekanisme berlapis ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga kualitas sumber daya manusia.
Mutasi pegawai, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas operasional. Ia menyoroti kekosongan jabatan di sektor strategis seperti Pemimpin Cabang atau Supervisor Kredit sebagai tantangan serius yang harus segera diatasi secara profesional.
“Posisi-posisi ini sangat strategis untuk menjaga kelancaran operasional dan meminimalkan risiko keuangan. Oleh karena itu, pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme yang ketat dan transparan,” tegasnya.
Yohanes juga menyampaikan bahwa langkah mutasi merupakan bagian dari evaluasi sistem pengawasan internal. Hal ini mencerminkan komitmen Bank NTT dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, bersih, dan akuntabel.
Dalam waktu dekat, sejumlah calon direksi dan komisaris yang telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada 14 Mei 2025, tengah menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Nama-nama calon pengurus sudah ditetapkan. Sekarang kita tinggal menunggu hasil fit and proper test. Jika ada berkas yang kurang, akan dilengkapi. Setelah itu, mereka akan dipanggil untuk mengikuti uji kelayakan,” terangnya.
Ia memastikan seluruh tahapan tersebut dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Bila semua proses berjalan lancar, para kandidat akan segera ditetapkan secara resmi dalam RUPS Luar Biasa berikutnya.
“Kita tunggu saja prosesnya. Yang pasti, semua dilakukan secara profesional dan transparan,” pungkasnya.
(Desy)






