KADIN NTT Desak Solusi Perbatasan dan Sambut Investasi Lippo Group di Kabupaten Kupang

SERGAP.CO.ID

JAKARTA, || Ketua Umum KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA, menyerukan penyelesaian cepat terhadap hambatan perdagangan lintas batas Indonesia -Timor Leste yang kian merugikan pelaku usaha lokal.

Bacaan Lainnya

Dalam forum nasional KADIN Diplomatik Breakfast Meeting yang digelar di Jakarta, Bobby mengungkapkan bahwa peraturan baru pemerintah Timor Leste membatasi truk yang masuk hanya dengan kapasitas 18 ton dan mengenakan denda sebesar $5 per kilogram jika melebihi batas, padahal daya angkut truk umumnya hanya 14 ton.

Aturan tersebut, menurut Bobby, telah menyebabkan penurunan drastis dalam aktivitas perdagangan darat dan mengganggu kelancaran distribusi barang di wilayah perbatasan. Untuk itu, ia meminta dukungan dari KADIN Indonesia guna mencari solusi terbaik antara kedua negara, sembari menjajaki alternatif pengangkutan lewat laut menggunakan kapal ferry Roro sebagai jalur dagang yang lebih efisien.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Koordinator Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang luar negeri, Dr. (H.C.) James Riyadi, hadir pula sejumlah tokoh penting termasuk perwakilan Kementerian Perdagangan, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Morowali, Wakil Wali Kota Yogyakarta, dan seluruh Ketua Umum KADIN se-Indonesia. Forum ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede, S.H., yang memaparkan rencana pembangunan ibu kota baru kabupaten dan potensi investasi strategis.

Menarik perhatian peserta, Bupati Kupang mengenakan jas tenun khas NTT dan secara simbolis memakaikan jas tersebut kepada James Riyadi sebagai bentuk penghormatan budaya. Dalam pidatonya, Yosef mengundang seluruh pengusaha nasional, termasuk Lippo Group, untuk berinvestasi di Kabupaten Kupang, sembari menegaskan komitmen bahwa seluruh proses perizinan akan dituntaskan dalam waktu maksimal satu minggu.

Ajakan ini langsung direspons positif oleh James Riyadi. Ia menyampaikan bahwa Lippo Group memiliki hubungan kuat dengan NTT dan telah berinvestasi di berbagai sektor, mulai dari pusat perbelanjaan, pendidikan, hingga rumah sakit di wilayah tersebut. Ketertarikan Lippo Group untuk memperluas investasi ke Kabupaten Kupang dinilai sebagai sinyal positif bagi percepatan pembangunan daerah.

Bobby Lianto juga menyambut baik langkah Bupati Kupang dalam membangun kawasan perkotaan baru dan menekankan pentingnya pembangunan hunian layak bagi ASN dan tenaga kerja lokal. Ia menyoroti fakta bahwa saat ini lebih dari 90% ASN yang bekerja di Kabupaten Kupang masih tinggal di Kota Kupang dan melakukan perjalanan bolak-balik setiap hari, yang menyebabkan pemborosan waktu dan biaya.

“Kami siap mendukung pembangunan perumahan di Kabupaten Kupang agar ASN dan pekerja tidak perlu lagi bolak-balik. Ini penting agar pembangunan bisa lebih efisien dan masyarakat bisa menikmati fasilitas umum yang memadai,” ujar Bobby.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan KADIN Indonesia dapat menjadi motor penggerak utama dalam menyelesaikan tantangan perdagangan dan mendorong iklim investasi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Dengan adanya dorongan konkret dari KADIN NTT dan respons positif dari para investor, Kabupaten Kupang kini berada di ambang babak baru pembangunan yang menjanjikan. Dukungan dari pusat diharapkan akan mempercepat realisasi proyek-proyek strategis dan memperkuat posisi NTT dalam peta ekonomi nasional.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *