Sebanyak 103 Siswa SMPN 18 Kupang Naik Kelas, 2 Diantaranya Naik Bersyarat

Caption : Perwakilan SMPN 18 Kupang, Darwati, S.Pd,

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Perwakilan SMPN 18 Kupang, Darwati, S.Pd, menegaskan bahwa proses pembagian raport tahun ajaran ini dilakukan secara langsung oleh wali kelas di ruang kelas masing-masing.

Bacaan Lainnya

Keputusan ini diambil sebagai bentuk pendekatan personal dan pengawasan langsung terhadap capaian belajar siswa.

“Pembagian raport kali ini langsung dengan wali kelas dan dibagi di dalam ruang kelas masing-masing,” ujar Darwati saat ditemui usai kegiatan pembagian raport.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk tahun ini, semua siswa kelas 7 dan kelas 8 dinyatakan naik kelas. Namun, terdapat dua siswa yang naik dengan status bersyarat karena kehadiran mereka selama proses KBM sangat minim.

“Misalnya, dalam satu semester mereka hanya ikut sepuluh kali pertemuan. Jadi, kami pertimbangkan naik bersyarat,” tambahnya.

Pendekatan telah dilakukan pihak sekolah terhadap dua siswa tersebut, baik kepada yang bersangkutan maupun kepada orang tuanya. Darwati menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen memberi perhatian khusus agar siswa tetap bisa melanjutkan pendidikannya dengan lebih baik.

“Kami akan kasih bimbingan khusus kepada mereka,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari pengawasan dan keterlibatan orang tua, pihak sekolah juga telah meluncurkan sistem buku kontrol. Buku ini menjadi sarana komunikasi antara guru dan orang tua terkait tugas-tugas, aktivitas belajar, dan catatan penting selama kegiatan sekolah.

“Kami ingin orang tua bisa lihat perkembangan anaknya. Buku itu akan kami periksa langsung oleh bapak atau ibu guru di sekolah,” jelas Darwati.

Selain dua siswa yang naik bersyarat, SMPN 18 Kupang juga mencatatkan kelulusan sebanyak 103 siswa tahun ini. Proses penyerahan raport untuk siswa kelas IX juga dilakukan langsung oleh wali kelas masing-masing secara tertib dan terjadwal.

Dalam menghadapi masa libur panjang, Darwati menyampaikan harapannya agar siswa tetap mendapatkan arahan dan motivasi belajar di rumah. Ia menekankan pentingnya kelanjutan proses belajar meski di luar jam sekolah.

“Kami tetap kasih bimbingan dan motivasi kepada mereka selama di rumah, termasuk tugas yang belum tuntas,” ujarnya.

Sekolah juga tetap memantau aktivitas siswa selama libur melalui grup kelas yang telah dibentuk di setiap tingkat. Melalui grup tersebut, guru bisa memberikan tugas tambahan, menyampaikan informasi, dan tetap menjaga komunikasi dua arah dengan siswa dan orang tua.

Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), SMPN 18 Kupang menerapkan dua metode pendaftaran yaitu secara online dan offline.

“Ada dua proses, bisa lewat online dan juga datang langsung ke sekolah,” kata Darwati.

Dengan pendekatan yang lebih humanis dan komunikasi terbuka antara sekolah, siswa, dan orang tua, SMPN 18 Kupang berharap kualitas pendidikan terus meningkat dan semua siswa mendapat kesempatan belajar secara adil dan menyeluruh.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *