SUMBA BARAT DAYA,|| Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Yusuf Bora, ST., M.Si., kecewa dengan pemberitaan media Timesntt, pada Senin, 9 Juni 2025 dengan judul berita Fraksi Perindo Bungkam Soal Polemik PPPK, Pilih No Comment., yang dimuat oleh Fredi B. Ladi saat menghubungi dirinya menanyakan sikap Partai Perindo usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan Pemerintah SBD (BKPSMD).
Yusuf Bora mengakui dirinya berusaha dimintai pendapat, tetapi pihaknya merasa belum saatnya berkomentar karena masih harus membicarakan dengan Fraksi Perindo.Bahkan dirinya minta pada wartawan Fredi untuk tidak dimuat dulu dalam pemberitaan. Setelah beritanya muncul, ia (Yus Bora) menelpon Fredi menanyakan kenapa berita dimuat padahal saya bilang jangan muat, Fredi menjawab kakak bilang no comment. Mestinya jangan muat, karena saya bilang no comment, tetapi Fredi tidak menannggapi.
Plt.Ketua Partai Perindo SBD ini menambahkan, ia tidak menghiraukan karena berpikir wartawan butuh berita, apalagi Senin 9 Juni tersebut adalah hari libur cuti bersama, sehingga mungkin tidak ada berita lagi yang bisa dimuat.
Beberapa jam setelah itu Fredi muat berita lagi dengan judul, Pengamat Politik Menilai SIkap Bungkam Yusuf Bora, Ironis: Perindo Milik Hary Tanoe Soedibjo, tapi larang Wartawan Menulis.Berita kedua ini membuat Yus Bora merasa tidak nyaman dan berusaha menghubungi Fredi lagi, tetapi karena dirinya harus menghadiri kegiatan LSM di Susteran ADM Weetabula, sehingga sempat menon aktfikan HP dari siang hari hingga malam pukul 19.30 Wita. Setelah dirinya mengaktifkan kembali HP, maka terlihatlah beberapa wartawan berusaha menghubungi dirinya.
Yusuf Bora akhirnya menghubungi kembali beberapa wartawan yang berusaha menghubunginya dan menjelaskan kejadian sebenarnya saat dirinya dihubungi Fredi Ladi.Wartawan-wartawan tersebut menyarankan agar dirinya menghubungi Fredi Ladi untuk memberikan klarifkasi, karena yang muat pertama berita adalah Fredi Ladi wartawan Times NTT.
Pada pukul 20.34 Wita Yus Bora berhasil menghubungi Fredi Ladi dan minta untuk bertemu, untuk mengklarifikasi dan sempat minta maaf jika ada kata-katanya yang menyinggungn pribadi Fredi, tetapi Fredi menjawab belum ada waktu dan masih sibuk.
Yus Bora masih menghargai respon Fredi dan tidak menaruh curiga sama sekali, dirinya berpikir pemberitaan akan selesai di sini.Tetapi keesokan harinya Selasa, 10 Juni 2025 dirinya melihat ada banyak media yang muat berita mirip dengan berita Fredi, bahkan ada berita yang berjudul berjudul Oknum Anggota DPRD SBD Fraksi Perindo Viral Bukan Karena Prestasi Tetapi Karena Menghina, berita ini membuat lembaga DPRD SBD merasa terganggu dan meminta Yus Bora untuk segera mengklarifikasi,karena mencoreng nama baik lembaga.
Pada Selasa siang (25/6/25) Yus Bora berusaha menghubungi kembali Fredi dan teman-temannya untuk menggunakan hak jawabnya mengklarifikasi berita-berita tentang dirinya. Namun dirinya harus kecewa karena janji demi janji dengan Fredi tidak pernah ditepati untuk bertemu dan mengklarifikasi.Bahkan beberapa wartawan dari media lain merasa tidak enak jika Fredi tidak hadir, sehingga batal bertemu Yus Bora untuk membuat berita klarifikasi.
“Saya sangat kecewa dengan Fredi Ladi karena hak jawab saya tidak dihargai.Saya masih berusaha sabar dan menunggu Fredi tetapi hingga saat ini Rabu 11 Juni 2025 sore, belum ada respon.Dari kemarin hingga malam hari sudah 4 kali saya hubungi dan buat janji, tetapi dirinya tidak menghargai” ungkap Wakil Ketua DPRD SBD ini kecewa.
Dirinya juga kaget, karena setahu Yus Bora, Fredi Ladi adalah wartawan TVRI, tetapi bisa menyerang dirinya melalui media online TimesNTT. Informasi yang diperoleh, berita yang dimuat oleh media-media lain karena permintaan Fredi Ladi.
“Saya benar-benar kaget, saya kira Fredi Ladi adalah wartawan TVRI Kupang,rupanya dia juga wartawan media online TimesNTT.Tidak apa-apa itu hak dia, saya berusaha menunggu mereka hingga saat ini, jika tetap tidak menghargai hak jawab saya, mungkin kita akan tempuh jalur lain. Saya menghargai kebebasan pers, tetapi harus menjunjung tinggi etika dan kode etik pers.Jika Fredi tidak menghargai itu kemungkinan saya akan ambil langkah somasi” tutur Yus Bora.
Informasi yang diperoleh media ini, masyarakat dan keluarga serta Fraksi Partai Perindo merasa sangat kecewa dan marah dengan ulah wartawan yang tidak profesional dan bertanggung jawab.Berani membangun opini Wakil Ketua DPRD menghina wartawan.
“Kami berusaha sabar dan menunggu itikad baik dari Fredi Ladi, tetapi jika tidak memberi respon positif, Fraksi Perindo melalui lembaga DPRD SBD akan menindak lanjuti.Kami mau klarifikasi berita dari ketua partai kami” ujar Ketua Fraksi pada media ini
(Ss)






