KAB. PESSEL, || Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Sumatera Barat. Dua siswi asal SMA Negeri 3 Painan Kabupaten Pesisir Selatan Nivia Permata Syavira dan Sarifah, sukses meraih Juara 2 Nasional dalam Kategori Teknologi pada ajang bergengsi National Essay Competition 3 yang diselenggarakan di Universitas Dhyana Pura, Bali.
Kompetisi ini mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan memperlombakan delapan kategori, yakni Ekonomi, Kesehatan, Lingkungan, Pangan, Pariwisata, Pendidikan, Pertanian, dan Teknologi. Setiap peserta diwajibkan menulis dan mempresentasikan esai inovatif sesuai kategori yang dipilih.
Sementara itu Anggota DPR RI Asal Sumatera Barat, Lisda Hendrajoni, yang sebelumnya turut melepas keberangkatan Nivia dan Sarifah ke Bali, memberikan apresiasi atas capaian ini.
“Ya, ini bukti bahwa anak-anak daerah, khususnya dari Kabupaten Pesisir Selatan, memiliki potensi luar biasa. Saya sangat bangga dan mendukung penuh semangat serta inovasi mereka,” ujar Lisda.
Lisda Menyebut, bahwa dukungan pemerintah terhadap pendidikan dan kreativitas generasi muda harus terus diperkuat. Menurutnya, bakat-bakat seperti Nivia dan Sarifah harus diberi ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, semangat, dan dukungan yang tepat, siswa dari daerah pun mampu bersaing di tingkat nasional dan meraih hasil gemilang.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, tidak hanya di SMA 3 Painan, tetapi juga di seluruh pelosok Indonesia, untuk terus berkarya dan membawa nama daerah ke panggung prestasi nasional.
Nivia dan Sarifah tampil di bawah bendera SMA Negeri 3 Painan dan berhasil menembus babak final setelah melalui proses seleksi yang sangat kompetitif. Karya mereka berjudul “Alat Bantu Penyeberangan Jalan bagi Disabilitas Tunanetra: SMART (System Mobility Assistive Road Tool)” menarik perhatian dewan juri sejak tahap awal seleksi.
Esai tersebut menawarkan solusi teknologi sederhana namun aplikatif untuk membantu penyandang tunanetra saat menyeberang jalan, dengan sistem suara dan sensor sebagai pemandu. Inovasi ini diharapkan bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan aman bagi penyandang disabilitas.
Pada Babak final berlangsung pada Sabtu (17/5/2005), dalam sesi presentasi, Nivia dan Sarifah menunjukkan penguasaan materi, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri yang luar biasa di hadapan panel juri nasional.
Usai pengumuman, keduanya dinyatakan meraih Juara 2 Nasional dan menerima medali perak. Prestasi ini disambut hangat dan penuh rasa bangga oleh pihak sekolah, masyarakat Pesisir Selatan, serta para pendukung di Sumatera Barat.
Dalam pernyataannya, Nivia Permata Syavira menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur bisa membawa pulang medali perak. Ini adalah hasil dari kerja keras, bimbingan guru, dan dukungan dari sekolah serta keluarga,” tuturnya.
Sarifah, rekan satu timnya, juga berharap agar karya mereka tidak hanya berhenti di ajang kompetisi.
“Kami berharap ide SMART ini bisa terus dikembangkan dan benar-benar diterapkan untuk membantu teman-teman tunanetra di kehidupan nyata,” katanya penuh harap.
Keduanya juga mengucapkan Terima Kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Anggota DPR RI Asal Sumatera Barat Lisda Hendrajoni atas dukungan dan do’a saat keberangkatan mereka ke ajang perlombaan tersebut.
Selain satu-satunya team peserta asal Sumatera Barat, Nivia dan Sarifah juga satu-satunya peserta yang berasal dari pelajar SMA dan bersaing dengan team lainnya yang berasal dari perguruan tinggi.
(WH).






