BIMA || Baru-baru ini Viral di Sosial Media FB maupun Media Massa menuding Wadanramil 1608-07/Monta Kapten Inf Ibrahim bersikap argan dan mengancam Wartawan, Ketua Serikat Pers Reformasi Nasional (Sepernas) Bima Drs. Marwan bersama Harmoko dan Syaiful meminta Maaf.
Permintaan maaf tiga oknum Wartawan tersebut disampaikan melalui Pertemuan Silaturrahmi antara Wartawan dengan Wadanramil 07/Monta Kapten Ibrahim yang disaksikan oleh Bati Tuud Serma Rajulan dan Babinsa Desa Tangga Sertu H. Ibnu, Babinsa Desa Simpasai Sertu Sahrudin, Pimpinan Media Skala Nasional Edy, dikediaman Kapten Inf Ibrahim, Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima Pada Sabtu, (08/03/2025) Sekira Pukul 21.00 WITA.
Tudingan terhadap Sikap Arogansi dan bahasa yang mengandung makna pengancaman itu di viralkan oleh Oknum Wartawan Harmoko bersama Marwan kepada Wadanramil Monta Kapten Ibrahim melalui akun FB milik Harmoko dan diberitakan oleh Syaiful Wartawan Media Jerat NTB.
Wadanramil 07/Monta Kapten Inf Ibrahim membantah tudingan tiga oknum Wartawan tersebut.
“Saya sangat keberatan atas tudingan Harmoko dan Marwan bahwa dirinya bersikap arogan dan mengancam Wartawan seperti yang beritakan oleh Media Jerat NTB”, ucapnya.
Selain itu Kapten Ibrahim juga membantah atas tuduhan mereka bahwa ada oknum TNI yang menjual tanah pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Bima untuk Program ketahanan pangan.
“Perlu saya jelaskan bahwa tanah Pemda Bima itu di Pinjam Pakai oleh Kodim 1608/Bima untuk Program Ketahan Pangan Nasional. Tanah yang berlokasi di Desa Simpasai Kecamatan Monta itu Kemudian ditunjuk salah satu Warga untuk mengelolanya dengan perjanjian tidak dipindah tangankan kepihak lain”, jelas Kapten Ibrahim.
Lebih lanjut Kapten Ibrahim mengatakan, tanah yang dipinjam pakai oleh Kodim Bima disuruh garap petani dan hasilnya sepenuhnya diambil pihak dua yang ditunjuk melalui Surat perjanjian antara Kodim Bima yang ditanda tangani Wadanramil Monta dan Petani.
“Tidak ada sejengkal tanahpun yang dipinjam pakai Kodim Bima dari Pemkab Bima dijual, kami TNI hanya mengawasi saja”, ujar Wadanramil Monta.
Untuk mengembalikan Nama baik Wadanramil 1608-07/Monta Kapten Inf Ibrahim yang dituduh tanpa dasar tersebut, dirinya mengundang Ketiga Wartawan Marwan, Harmoko dan Syaiful untuk bersilaturrahmi di kediamannya pada Sabtu, 8 Maret 2025 sekira Pukul 21.00 WITA agar kedua Lembaga yakni Lembaga Pers dan TNI bersinergis kembali.
Pada kesempatan Halal bihalal itu Marwan, Harmoko dan Syaiful meminta maaf Kepada Kapten Ibrahim, dan Kapten Ibrahimpun menerima permintaan Maaf mereka dengan lapang dada serta hati yang ikhlas.
“Kami bertiga minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wadanramil Monta Kapten Ibrahim atas tudingan beberapa hari lalu melalui Sosmed FB dan berita Media Jerat NTB”, ucap Marwan mewakili.
“Saya menerima permintaan maaf Marwan, Harmoko dan Saiful dengan hati yang Ikhlas”, jawab Kapten Ibrahim yang di saksikan oleh Bati Tuud Serma Rajulan bersama Babinsa Desa Tangga Sertu H. Ibnu dan Babinsa Desa Simpasai Sertu Sahrudin.
Bulan Suci Ramadhan 1446 H/2025 M yang penuh dengan keberkahan dan Pengampunan ini merupakan momen yang paling di baik dan cintai Oleh Allah SWT untuk saling memaafkan satu sama lain tanpa mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Pungkas Bati Tuud Serma Rajulan.
Senada yang disampaikan oleh Pimpinan Media Skala Indonesia Bung Edy yang turut menghadiri acara Halal bihalal Wadanramil Monta Kapten Ibrahim bersama Wartawan.
“Mari kita saling bergandengan tangan untuk mendukung program ketahanan Nasional yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI H. Prabowo Subianto. Ungkap Edy.
Pertemuan diakhiri dengan jabat salam dan saling berpelukan satu sama lain.
(Team)






