KAB. BEKASI, || Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap bahaya cyber bullying, mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabang Bungin, menggelar program kerja bertajuk Siber Cerdas: Sosialisasi Edukasi Anti Cyber Bullying pada 14 Januari 2025. Acara yang diselenggarakan di SMPN 01 Cabang Bungin ini ditujukan kepada siswa-siswi OSIS sebagai agen perubahan di sekolah.
Acara dibuka dengan meriah oleh seorang MC yang mengajak hadirin untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Kemudian, sambutan hangat dari Abd. Faqih, MP.d sebagai kepala sekolah, Ecin Kuraesin, SP.d sebagai kesiswaan, H. Tamrin, SP.d sebagai Kurikulum, Dr. Tiar Lina Situngkir, S.E., M.M. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, Rafy Shahrukh Muhammad sebagai Ketua KKN, menekankan pentingnya peran serta generasi muda dalam memerangi cyber bullying.
Ibu Ecin dan Pak Tamrin sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, juga berharap para siswa-siswi dapat menerapkan dalam sehari-hari, sehingga memberikan citra baik nama sekolah dalam dunia digital, begitupula berdampak baik pada lingkungan sekolah.
Ketua Kelompok KKN yaitu Rafy Shahrukh Muhammad menambahkan “Semoga melalui kegiatan Siber Cerdas ini, kita semua dapat belajar untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta mampu mencegah dan mengatasi segala bentuk cyber bullying”.
Acara juga diisi dengan pemberian pre-test yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai cyber bullying.
Sesi pematerian yang disampaikan oleh dua pemateri yaitu James Septian Saragih dan Suharna Atmaja membawa pencerahan mendalam mengenai berbagai aspek cyber bullying, mulai dari definisi, dampak psikologis, hingga strategi pencegahan dan penanggulangan. Tak hanya bersifat satu arah, acara ini pun diramaikan oleh diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang antusias. Para pemateri aktif berkomunikasi dengan peserta, memberikan contoh kasus nyata, serta mengajak siswa-siswi untuk berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi cyber bullying.
Setiap siswa-siswi OSIS aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman pribadi terkait pengalaman mereka dengan cyber bullying, menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar dan berbagi.
Kelompok program kerja ini terdiri dari 9 orang panitia yang memberikan pemahaman bahwa program kerja Siber Cerdas memiliki urgensi yang tinggi mengingat maraknya kasus cyber bullying di kalangan remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Pemberian post-test di akhir acara menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan peserta, menandakan keberhasilan program edukasi yang telah disampaikan.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat sebagai apresiasi atas partisipasi aktif para siswa-siswi, yang kemudian diabadikan oleh tim dokumentasi. Keberhasilan Siber Cerdas tidak hanya dilihat dari peningkatan hasil post-test, tetapi juga dari semangat dan antusiasme yang terpancar dari setiap peserta untuk turut serta melawan fenomena cyber bullying.
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa peran mahasiswa dalam KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran akan bahaya dunia maya. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi, diharapkan inisiatif seperti Siber Cerdas dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan kondusif.
(Mamun)






