Pengabdian FKM Undana: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pemasak Garam di Oebelo

SERGAP.CO.ID

OEBELO, || Sebagai bagian dari kewajiban pemenuhan Tri-Darma Perguruan Tinggi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui diseminasi informasi kesehatan di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Bacaan Lainnya

Dengan tema “Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif Pengganti Kayu Bakar bagi Pemasak Garam,” kegiatan ini bertujuan memberikan solusi atas permasalahan lingkungan dan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

Masyarakat Oebelo, yang mayoritas berprofesi sebagai pemasak garam, selama ini mengandalkan kayu bakar sebagai bahan bakar utama. Proses ini tidak hanya menguras anggaran hingga Rp750.000 per minggu untuk tiga pickup kayu, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan akibat penebangan pohon yang masif. Selain itu, asap dari pembakaran kayu juga berdampak negatif terhadap kesehatan, seperti menimbulkan penyakit ISPA, sesak napas, dan iritasi mata.

Untuk mengatasi masalah ini, Tim FKM Undana yang terdiri dari Bapak Ir. Petrus Romeo, M.Kes., sebagai ketua tim, dan anggota Bapak Agus Setyobudi, S.KM., M.Kes., serta Bapak Drs. Yoseph Kenjam, M.Kes., bersama mahasiswa FKM, Yolenta Alfira Nau dan Folenta Jo’e Uran, memberikan solusi berupa pemanfaatan tungku pembakaran dengan bahan bakar alternatif dari oli bekas yang dilengkapi dengan blower dan listrik.

Demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 22 Juni 2024 di salah satu rumah warga ini disambut antusias oleh masyarakat. Dengan metode ini, biaya bahan bakar bisa ditekan menjadi sekitar Rp315.000 per minggu, jauh lebih murah dibandingkan penggunaan kayu bakar. Selain itu, tungku ini juga menghasilkan asap yang minimal, sehingga lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Di akhir kegiatan, Tim FKM Undana menyerahkan dua unit tungku pembakaran, dua blower, 80 liter oli bekas, dan dua lembar seng sebagai wadah tungku kepada warga. Diharapkan, masyarakat Oebelo dapat terus menggunakan dan memanfaatkan teknologi ini demi menghemat biaya, menjaga kesehatan, dan melestarikan lingkungan.

Dengan adanya teknologi baru ini, masyarakat Oebelo diharapkan dapat terus memproduksi garam secara berkelanjutan tanpa merusak alam dan kesehatan. Inovasi ini juga menjadi langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Upaya ini bukan hanya berdampak pada peningkatan ekonomi warga, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam dan menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan komitmen FKM Undana untuk terus berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan inovasi ini dapat diterapkan secara lebih luas, tidak hanya di Oebelo, tetapi juga di daerah-daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ramah lingkungan. Harapannya, generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat dan lestari.

Kegiatan pengabdian seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian akademisi terhadap permasalahan riil yang dihadapi masyarakat, serta wujud nyata dari Tri-Darma Perguruan Tinggi dalam mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *