KUPANG, || Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang sukses menggelar acara Pajak Bertutur 2024 di Aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kupang. Acara yang dihadiri oleh sekitar 80 siswa ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pajak.
Pajak Bertutur adalah inisiatif tahunan yang diadakan secara serentak di seluruh Indonesia oleh DJP dan instansi vertikal di bawahnya, termasuk KPP Pratama Kupang. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran pajak di kalangan pelajar agar mereka kelak menjadi wajib pajak yang taat.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Kupang, Moh Rasyid Ridho, menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Kami bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk melaksanakan Pajak Bertutur. Kami berharap generasi muda yang hadir hari ini akan menjadi wajib pajak yang taat di masa depan,” ujarnya.
Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manason Lahtang, juga memberikan sambutan penuh apresiasi. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyelenggarakan kegiatan ini di sekolah kami. Kami berharap siswa-siswi kami dapat menyerap materi dengan baik dan memahami pentingnya pajak sejak dini,” ungkap Asa.
Pajak Bertutur 2024 mengusung tema “Lampaui Batas, Bangkit Untuk Indonesia Emas”. Materi disampaikan oleh Asisten Penyuluh Pajak KPP Pratama Kupang, Richard Yanes Yunior Dima. Richard menjelaskan pentingnya kontribusi pajak dalam pembangunan negara, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan. “Setiap rupiah yang dibayar oleh wajib pajak berkontribusi besar dalam mewujudkan Indonesia Emas. Pajak mendukung pembangunan pendidikan, dari gedung sekolah hingga program beasiswa,” jelasnya.
Richard mengibaratkan APBN sebagai dompet pemerintah yang berisi pendapatan dan belanja negara. “Pajak membantu mendanai berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dengan dukungan pajak, pemerintah bisa membangun fasilitas pendidikan dan memberikan beasiswa seperti Program Indonesia Pintar,” tambahnya.
Sebagai penutup materi, Richard mengajak siswa untuk memahami peran pajak dan berkontribusi pada pembangunan negara melalui tindakan sehari-hari, seperti mematuhi tata tertib dan giat belajar. “Sebagai calon generasi emas, jika kalian patuh membayar pajak di masa depan, pembangunan negara akan melesat dan fasilitas yang kalian rasakan akan semakin banyak,” pungkas Richard.
Selain di SMK Negeri 6 Kupang, Pajak Bertutur juga diadakan oleh kantor vertikal di Kabupaten Alor dan Rote Ndao. Di Alor, KP2KP Kalabahi melaksanakan kegiatan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 dengan 32 siswa, sementara KP2KP Baa menggelar acara di SMA N 1 Rote Barat Laut dengan 36 siswa.
Dengan adanya Pajak Bertutur, DJP berharap dapat menumbuhkan pemahaman dan kesadaran mengenai peran pajak di kalangan generasi muda, yang akan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan negara di masa depan.
Sebagai tambahan, acara Pajak Bertutur 2024 di SMK Negeri 6 Kupang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi tetapi juga mencakup aktivitas interaktif seperti games berkelompok yang disesuaikan dengan topik pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan antusiasme dan partisipasi siswa, menjadikan proses belajar tentang pajak lebih menarik dan menyenangkan.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satu siswa, Amanda, mengungkapkan, “Saya baru benar-benar memahami betapa pentingnya pajak bagi negara setelah mengikuti kegiatan ini. Penjelasannya jelas dan games-nya juga sangat membantu.”
Pajak Bertutur tidak hanya dilakukan di Kupang, tetapi juga di wilayah lain seperti Alor dan Rote Ndao. Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Alor, kegiatan ini diikuti oleh 32 siswa, sementara di SMA N 1 Rote Barat Laut, 36 siswa turut serta dalam acara tersebut. Ini menunjukkan komitmen DJP dan KPP Pratama Kupang dalam memperluas jangkauan edukasi pajak ke berbagai daerah.
DJP berharap bahwa melalui kegiatan Pajak Bertutur, kesadaran akan pentingnya pajak dapat tertanam sejak dini pada generasi muda. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran dan manfaat pajak, diharapkan mereka akan menjadi wajib pajak yang patuh dan berkontribusi positif terhadap pembangunan negara di masa depan.
Dengan dukungan dari berbagai institusi pendidikan dan partisipasi aktif dari siswa, Pajak Bertutur 2024 diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesadaran pajak yang kuat di kalangan generasi mendatang.
(Dessy)






