Undana dan Bank NTT Siap Revolusi Kampus dan Literasi Keuangan di NTT

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Bayangkan membayar uang kuliah tanpa antre panjang, transaksi tercatat real-time, dan mahasiswa NTT makin melek investasi. Ini bukan mimpi, melainkan rencana nyata yang sedang digarap bersama oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Bank NTT.

Bacaan Lainnya

Senin (8/6), Rektorat Undana menerima kunjungan strategis dari jajaran direksi Bank NTT, termasuk Direktur Kredit Aloysius Geong dan Direktur Umum SDM Rahmat Saleh. Pertemuan ini juga dihadiri langsung Bupati Kupang Yosef Lede, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah prioritas daerah.

Bayar Kuliah Secepat Kilat dengan Host to Host

Fokus utama pembahasan adalah modernisasi sistem pembayaran kampus. Bank NTT menawarkan teknologi Host to Host (H2H) dan Virtual Account Custom API. Apa artinya? Transaksi keuangan mahasiswa akan terintegrasi langsung dengan sistem rektorat secara real-time. Tidak ada lagi lag atau keterlambatan pencatatan.

Teknologi ini sebenarnya sudah terbukti ampuh di kampus-kampus mitra lain seperti UKAW, UnCB, dan UKSW Ruteng sejak 2010. Wakil Rektor I sekaligus Plt. WR IV Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, langsung merespons positif. Ia berkomitmen segera menurunkan tim teknis untuk memastikan sinkronisasi berjalan mulus.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, menambahkan bahwa kerja sama ini harus bersifat timbal balik. Undana tidak hanya “menerima”, tapi siap “memberi”.

“Undana memiliki sumber daya manusia yang besar untuk berkontribusi dalam pendampingan UMKM, pengembangan masyarakat, hingga penelitian terapan yang dapat dikolaborasikan dengan Bank NTT,” ujar Prof. Jefri Bale.

Literasi Keuangan untuk 30 Ribu Generasi Muda

Bagi Bank NTT, 30 ribuan mahasiswa Undana adalah aset berharga. Dengan total aset bank kini menyentuh Rp20 triliun, penetrasi inklusi keuangan di kalangan muda menjadi target strategis.

Direktur Kredit Aloysius Geong melihat potensi besar dalam membangun budaya sadar investasi sejak dini.

“Jumlah mahasiswa yang masif adalah modal dasar yang kuat untuk membangun budaya sadar investasi dan keuangan digital yang aman di NTT,” jelasnya.

Bupati Yosef Lede mendukung penuh langkah ini. Menurutnya, sebagai bank pembangunan daerah, manfaatnya harus kembali ke rakyat. Kolaborasi dengan Undana dinilai sebagai motor penggerak ekonomi ideal untuk memodernisasi tata kelola keuangan NTT.

Lebih Dari Sekadar Pembayaran

Integrasi ini bukan cuma soal efisiensi birokrasi. Di balik layar, ada misi besar: hilirisasi riset dosen Undana yang akan mendampingi pelaku UMKM lokal lewat stimulus modal dari Bank NTT. Ini adalah langkah konkret menstimulus ekonomi mikro di wilayah NTT.

Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan perbankan, Undana dan Bank NTT siap membuktikan bahwa transformasi digital kampus bisa berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *