Disampaikan Fabianus Mone Pati, Pemilu 2024 Momen Untuk Menentukan Pemimpin Yang Amanah Bagi Bangsa dan Negara Ini

SERGAP.CO.ID

KODI, || Tepat pada hari Sabtu 28 Oktober 2023,Himbauan Caleg dari Partai Golkar,Fabianus Mone Payi,Kita Sebagai kaum muda mellenial terus gelorakan hari Sumpah Pemuda yang Ke-95 Tahun 2023.Sehingga para Kaum Muda menghadapi Pesta demokrasi yang akan berlangsung pada tanggal 14 Pebruari tahun 2024 mendatang.Perhelatan politik ini tentunya seluruh masyarakat diharapkan dapat ikut serta menyalurkan hak suaranya dan menentukan pemimpin Bangsa dan Negara ini,baik di DPRD kabupaten,DPR RI,DPRD Provensi dan DPD, karena generasi muda sebagai generasi emas sangat diharapkan bangsa ini.

Bacaan Lainnya

Menurut Fabianus Mone Pati salah satu caleg DPRD dari partai Golkar yang selama ini menekuni dibidang Jurnalis SuaraIndonesia1 memberikan pemahaman tentang hakikat pemilu,pada dasarnya pemilu yang diselenggarakan di Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat.Hal tersebut sudah tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 22 E ayat 1 yang menyatakan,bahwa pemilu dilaksanakan secara umum berdasarkan pada asas langsung,umum,bebas, rahasia,jujur dan adil setiap lima tahun sekali.

Itu bukan sekedar legal formal semata,tetapi harus diimplementasikan dan diwujudkan karena pemilu dikatakan sebagai perwujudan kedaulatan rakyat sebagai salah satu prinsip demokrasi yaitu pemerintahan yang bersumber dari,oleh,dan untuk rakyat.Oleh sebab itu,rakyat memiliki peranan penting ikut mengontrol
pemerintah juga masyarakat berhak untuk memilih pemimpinnya yang amanah,”pungkas Fabianus Mone Pati

Melalui Pemilu,bagi para pemimpin terpilih nantinya diharapkan bisa menyusun rencana-rencana pembangunan yang dibuat agar disesuaikan dengan rencana pembangunan yang telah dibuat sebelumnya oleh pemimpin terdahulu.Dari penelitian khusus di Kabupaten Sumba Barat Daya Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tingkat keberadaan pemilih pemula hampir 70% sebagai dampak dari bonus domografi sehingga usia pemilih pemula tahun 2024 diprediksi akan meningkat.Seperti diketahui,pemilih pemula memiliki usia minimal 17 tahun sehingga menjadi faktor penting pada pelaksanaan Pemilu,bahkan bisa dikatakan pemilih pemula ini adalah pemeran utama dalam kontestasi pemilu 2024.

Akan tetapi pemilih pemula yang masih awam akan Pemilu masih perlu diarahkan agar bisa mengenali para calon yang akan dipilih nantinya.Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan melalui sosial media yang sangat akrab dengan generasi muda.Selain itu juga perlu dilakukan sosialisi agar para generasi muda khususnya pemilih pemula dapat menjadi pemilih cerdas yang dapat benar- benar tahu bagaimana karakter pemimpin dengan visi misi calon yang akan mereka pilih nantinya,”jelasnya

Dikatakan lagi,Sedangkan pendekatan yang dapat dilakukan pada tingkat sekolah yang paling penting adalah melalui kurikulum pembelajaran yang harus lebih diarahkan pada pendidikan politik atau pendidikan pemilih pemula agar jangan sampai anak-anak nantinya acuh terhadap pelaksanaan politik bangsa ini.Selain itu juga,agar mengetahui esensi pemilu yang sebenarnya karena mereka juga punya hak di dalam pelaksanaan tersebut.Dalam kontestasi pemilu yang diadakan di Indonesia masih berpotensi diwarnai dengan adanya kampanye hitam dan penyebaran hoaxs.Secara jelas dilarang bagi mereka yang dianggap menodai,menghasut lawan politik nantinya katena dapat dipidana.Oleh karena itu,pemilih harus pintar dan cermat terlebih jika melihat atau membaca informasi yang tersebar di media sosial serta harus selalu memastikan informasi yang benar- benar bersumber dari lembaga yang kredibel.

Negara demokrasi seperti Indonesia menganggap para pemuda memiliki peran utama,hal itu bisa dilihat sejak awal kemerdekaan hingga reformasi selalu ada peran pemuda di dalamnya,sehingga bisa dikatakan pemuda dalam hal ini adalah penyambung lidah untuk kemajuan Bangsa dan Negara ini,”tutur Fabianus

(MSS*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *