SERGAP.CO.ID
BIMA || Petualangan seorang pemuda bernama Saefullah asal Pandeglang, Provinsi Banten mencari ayah kandungnya, Syamsul Bahri bin M Said di Bima akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa hari di beritakan oleh Media SERGAP.CO.ID, pemuda 27 tahun itu di temui oleh keluarga ayahnya di tempat persinggahan kediaman seorang Wartawan KPK Maswan David Desa Rabakodo Kecamatan Woha.
“Alhamdulillah berkat bantuan teman dari wartawan maupun dari semua pihak sehingga Saefullah dapat bertemu dengan keluarganya menemukan dari Kelurahan Kodo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima” Ujar Bang David.
Walaupun sosok ayah yang dicari pun telah lama tiada karena sudah meninggal dunia. Pemuda alim ini tak mampu menahan tangis di hadapan makam sang ayah di Kelurahan Kodo.
“Saefullah disambut oleh keluarga besar mendiang ayahnya di Kelurahan Kodo, Rabu (31/5/2023).
Paman dan bibinya menerima baik kedatang Saefullah,” kata Lurah Kodo, Miftahudin, Kamis (1/6/2023) di lansir dari Lombok Post.
Dia tidak tahu pasti kisah perpisahan dengan ayahnya. Yang dia tahu, Syamsul Bahri sudah lama tiada dan dikebumikan di TPU Kelurahan Kodo.
“Kalau sanak saudara almarhum Syamsul Bahri sekarang masih ada,” Ujar dia Luruh kodo.
Kisah Saefullah mencari ayah kandungnya itu sempat viral di media sosial dan WhatsApp grup sejak Sabtu (27/5/2023).
Saat di wawancara oleh Wartawan SERGAP Saefullah mengaku dilahirkan oleh ibunya bernama Eti binti Salendra kelahiran 12 Agustus 1968 Kecamatan Saketi asal Kabupaten Pandeglang Jawa Barat (Sekarang Provinsi Banten).
Sedangkan ayahnya bernama Syamsul Bahri bin M Said kelahiran Bima 12 Mei 1964 asal Bima NTB. Ibu dan ayahnya menikah tahun 1994 di KUA Kecamatan Saketi, Pandeglang.
“Selama 27 tahun saya mencari siapa ayah saya,” Kata Saefullah.
Dari cerita sang ibu, ayahnya menghilang saat usianya masih dalam kandungan ibunya. Saat itu, orang tuanya tinggal di Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang dan sama-sama bekerja di sebuah pabrik.
Di usia kandungan berjalan tujuh bulan, ibunya berniat melahirkan di kampung orang tuanya. Ayahnya sempat ikut mengantarkan, namun kembali ke Pandeglang karena alasan pekerjaan.
Sejak saat itu ayahnya tak pernah kembali ataupun menemani kelahiran anak pertamanya itu. Ibunya sempat mencari, namun tidak ditemukan.
“Sejak dilahirkan, saya dibesarkan oleh ibu seorang diri. Sekarang saya ke Bima untuk mencari ayah. Bagi siapapun yang mengenal ayah saya, mohon dikabarkan,” Harap Syaifullah sebelum menemukan alamat ayahnya.
(TIM SERGAP)






