BIMA-NTB || Bupati Bima meresmikan Jembatan Perintis Garuda desa Samili Kecamatan Woha yang di bangun oleh Kodim 1608/Bima. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, S. Kom. M.Sc., Pada Senin, (26/10/2026) Sekira Pukul 09.10 Wita s.d Pukul 10.10 Wita
Pembangunan jembatan perintis Garuda Desa Samili Kecamatan Woha itu mendapat apresiasi serta kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat kepada Kodim 1608/Bima karena telah mempermudah akses aktifitas bagi warga, maupun para siswa/siswi yang pulang pergi ke sekolah.
Acara Peresmian Jembatan Perintis Garuda oleh Bupati Bima yang diwakili Asisten II Setda Bima Drs. Agus salim, SH.M.Si., dan Forkopimda Bima yang dihadiri sekitar 100 orang itu, merupakan suatu sejarah yang akan selalu dikenang oleh generasi kegenerasi.
Para pejabat kelas kakap yang hadir dalam kegiatan bersejarah tersebut yakni: Bupati Bima diwakili Asisten II Setda Bima Drs. Agus salim SH M.si., Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, SKom.M.Sc., Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., Wadanyon c Pelopor AKP Nurdin, Ketua Pengadilan Negeri Raba Bima Alfian SH., Kepala Rutan Kelas II B Raba Bima Tajudinur, A.Md.IP., S.H., Kasdim 1608/Bima Mayor Inf. Asep Okinawa Muas, Wakapolres Bima Kompol Supian Hadi SH., Kasat Pol PP Kab. Bima Irfan Dj SH., Danramil 1608-04/Woha Kapten Inf. Ibrahim, Kapolsek Woha IPTU Agus, Ka OPD lingkup Pemda Kab. Bima, Camat Woha diwakili Sekcam Trisna Andriani, Korwil Kec. Woha, Kepala UPT Lingkup Kec. Woha, Kades Samili Bambang AB, SE.,
Selain itu hadir pula para Tomas dan Toga Ds. Samili Kecamatan Woha maupun para guru dan para Siswa-siswi SDN Samili.
Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan Doa yang dipersembahkan kepada Tuhan Yang Esa Allah SWT, dengan mengharap ridho dan rahmat-Nya atas terselenggaranya acara Peresmian Jembatan Perintis Garuda yang telah lama diimpikan oleh warga setempat.
Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan S. Kom.,M.SC., dalam kata pengantarnya menyampaikan, Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan salah satu program prioritas Bapak Presiden Republik Indonesia sekaligus program unggulan Bapak Kepala Staf Angkatan Darat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah bersama TNI AD dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah”, ujar Dandim.
Lekol Limbongan panggilan akrabnya mengatakan, Jembatan Gantung Garuda di Desa Samili ini menjadi salah satu jembatan pertama yang kami kerjakan di Kabupaten Bima. Ke depan, pembangunan jembatan serupa juga direncanakan di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, serta wilayah Kecamatan Madapangga.
“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aman, akses anak-anak menuju sekolah semakin dekat, serta aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian, perdagangan, dan berbagai kebutuhan lainnya, dapat berjalan lebih lancar”, kata Pak Limbongan putra asli Sulawesi Selatan kepada para khalayak yang hadir.
Beliau juga menuturkan, Pembangunan ini juga merupakan simbol kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi.
“Oleh karena itu, saya berpesan kepada Bapak Kepala Desa Samili agar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini. Manfaatkan fasilitas yang telah dibangun dengan sebaik-baiknya, jangan sampai dirusak atau digunakan secara tidak semestinya, sehingga jembatan ini dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang”, tuturnya.
Sebagai putra terbaik Sulawesi selatan bertugas di Daerah Bima bagaikan berada ditengah keluarganya sendiri telah menunjukan bukti nyata kecintaannya, kepedulianya, perhatianya kepada warga Bima yang memiki nilai historis oleh para leluhur yakni dan Sulawesi Selatan bagaikan “PINANG DIBELAH DUA”
“Mari kita syukuri pembangunan ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah melalui TNI AD. Semoga keberadaan Jembatan Gantung Garuda ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta menjadi penghubung yang mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan warga”, pesan perwira TNI AD berpangkat Letkol ini.
Pada moment bersejarah itu, Asisten II Setda Bima Drs. Agus salim SH M.Si., mewakili Bupati Bima menghaturkan banyak terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan peresmian Jembatan Perintis Garuda Desa Samili.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI atas kerja keras dan dedikasinya dalam pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Perintis Garuda Desa Samili. Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh jajaran TNI di seluruh Indonesia dan merupakan bagian dari program Bapak Presiden RI”, pungkas Asisten II.
Beliau berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga dan merawat jembatan tersebut dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, mengingat keberadaannya sangat bermanfaat sebagai jalur penghubung dan penunjang aktivitas masyarakat Desa Samili.
“Mewakili Bupati Bima, secara resmi meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima”, tandanya.
Peresmian jembatan perintis Garuda dengan melaksanakan pemotongan pita oleh Bupati Bima diwakili Asisten II Setda Bima Drs. Agus salim SH M.si di dampingi Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S. Kom., M.Sc. dan Kapolres Bima serta tamu undangan.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Samili merupakan bentuk sinergi TNI AD dan pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur serta meningkatkan konektivitas wilayah guna menunjang mobilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, khususnya anak-anak menuju sekolah serta mendukung kelancaran aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Diperlukan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan oleh pihak terkait bersama masyarakat guna memastikan kondisi jembatan tetap aman, layak digunakan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Samili dan sekitarnya.
(Man)






