Progres Preservasi Jalan Oepoli–Wini Capai 96 Persen, Surya Raya Timor Kejar Target November

Caption : PT Surya Raya Timor, saat pose bersama

SERGAP.CO.ID

KOTA KUPANG, || Progres pekerjaan paket preservasi jalan Oepoli, Oenaek, Saenam, Nunpou, Napan, Simpang Amol–Manamas hingga Wini mencapai 95–96 persen.

Bacaan Lainnya

PT Surya Raya Timor kini menuntaskan sejumlah pekerjaan tersisa dengan target penyelesaian pada November 2026, sebelum masa kontrak berakhir pada Desember 2026.

Site Manager PT Surya Raya Timor, Brightly David, mengatakan pekerjaan pengaspalan telah rampung.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan papan nama delapan jembatan, pengecatan guardrail, serta penanganan beberapa titik yang mengalami pergeseran tanah.

“Progres saat ini sudah 95–96 persen. Tinggal pemasangan papan nama delapan jembatan, pengecatan guardrail, dan penanganan beberapa titik yang mengalami pergeseran tanah melalui penambahan timbunan,” kata Brightly kepada media ini.

Menurut dia, penanganan pada sejumlah titik dilakukan berdasarkan arahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), terutama pada titik 2.3 dan 2.5 yang memerlukan penyesuaian pekerjaan berdasarkan kondisi eksisting di lapangan.

Penambahan pekerjaan tersebut, termasuk pada bagian flat, dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, mengingat jalur tersebut cukup ramai dilalui kendaraan.

“Sesuai arahan PPK, di titik 2.3 dan 2.5 dilakukan penambahan karena kondisi eksisting. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan, mengingat jalan tersebut cukup ramai,” ujarnya.

Evaluasi Pergeseran Tanah

Di tengah penyelesaian pekerjaan fisik, PT Surya Raya Timor bersama pihak terkait juga mengkaji kembali sejumlah titik yang terdampak pergeseran tanah.

Langkah ini dilakukan untuk menghitung ulang volume pekerjaan berdasarkan kondisi aktual di lapangan, sehingga terdapat kesesuaian antara pekerjaan fisik dan administrasi proyek.

Brightly mengatakan evaluasi tersebut diperlukan agar penanganan tambahan dapat dihitung secara tepat sesuai kondisi lapangan.

Perusahaan pun berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan yang tersisa pada November, tanpa mengabaikan kualitas dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Pengaspalan Rampung, Mutu Jadi Prioritas

Brightly menjelaskan, pekerjaan preservasi jalan tahun ini menggunakan dua jenis penanganan aspal, yakni Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC) atau lapis pengikat aspal beton dan CPMA untuk penanganan pada area tertentu.

Kedua jenis pekerjaan pengaspalan tersebut telah rampung.

Ia optimistis kualitas dan ketahanan jalan dapat terjaga apabila pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, termasuk memperhatikan kondisi cuaca, temperatur material saat penghamparan, serta kepadatan aspal.

“Ketebalan dan kepadatan pekerjaan harus sesuai spesifikasi. Pelaksanaannya diawasi konsultan, PPK, dan staf terkait, serta didukung hasil pengujian laboratorium,” katanya.

Ia menegaskan, pengawasan dan pengujian menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan memenuhi standar yang dipersyaratkan.

“Kami selalu mengutamakan mutu dan metode pekerjaan yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik,” ujar Brightly.

Tangani Jalan Sepanjang 136,2 Kilometer

Dalam pelaksanaan paket preservasi tersebut, Brightly menyebut tantangan utama yang dihadapi perusahaan adalah panjangnya rentang penanganan jalan, mulai dari Oepoli hingga Wini.

Total panjang jalan yang ditangani mencapai 136,2 kilometer dengan pagu anggaran sebesar Rp 14 miliar.

Meski jarak penanganan cukup jauh, ia mengatakan pekerjaan berjalan aman dengan dukungan masyarakat dan konsultan pengawas.

“Kendala kami hanya jarak yang cukup jauh, dari Oepoli sampai Wini. Selain itu, pekerjaan berjalan aman dan masyarakat serta pihak konsultan sangat mendukung,” tuturnya.

Dengan progres yang telah mencapai 95–96 persen, PT Surya Raya Timor menargetkan seluruh pekerjaan tersisa dapat diselesaikan pada November 2026, lebih cepat dari batas akhir masa kontrak pada Desember 2026.

Penyelesaian paket ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menjaga kondisi infrastruktur jalan pada jalur Oepoli hingga Wini.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *