KAB. SUMBA BARAT, || Pembukaan badan jalan tani di Desa Lingo Langa, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat, menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dilaksanakan Kodim 1613/Sumba Barat. Memasuki hari ke-10, Jumat (23/10/2026), pekerjaan tersebut diharapkan membuka akses transportasi yang lebih baik bagi petani dan masyarakat setempat.
Pembangunan jalan ini menyasar persoalan aksesibilitas yang selama ini menjadi tantangan bagi warga dalam mengangkut hasil pertanian menuju pasar maupun pusat distribusi. Keterbatasan jalan yang memadai dapat meningkatkan biaya angkut, memperpanjang waktu perjalanan, dan berpotensi mengurangi keuntungan petani.
Melalui pembukaan badan jalan tersebut, Satgas TMMD berupaya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat akses menuju kawasan pertanian. Namun, manfaat ekonomi secara nyata nantinya akan bergantung pada kualitas pengerjaan, kondisi jalan setelah digunakan, serta pemeliharaan secara berkelanjutan.
Salah seorang warga setempat menyambut baik pembangunan tersebut dan berharap jalan dapat segera diselesaikan.
“Kami sangat bersyukur. Selama ini kami kesulitan membawa hasil panen ke pasar. Semoga jalan ini selesai segera dan awet untuk jangka panjang,” ujar warga tersebut.
Harapan warga itu menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur perdesaan bukan sekadar menghadirkan akses baru, tetapi juga memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Karena itu, kualitas konstruksi, kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan, serta pemeliharaan setelah program berakhir menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat juga diperlukan agar jalan yang dibangun sesuai kebutuhan warga dan dapat dijaga bersama.
Program TMMD menjadi salah satu bentuk keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan wilayah melalui kegiatan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Di Desa Lingo Langa, pembukaan jalan tani diharapkan menjadi langkah awal untuk memperlancar distribusi hasil bumi, mendukung kegiatan ekonomi, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bagi para petani, jalan yang layak dan tahan lama merupakan kebutuhan penting agar hasil kerja mereka dapat dipasarkan dengan lebih mudah dan efisien.
(Ms)






