Momentum Maulid Nabi 1448 H, Kampong Pulo Kedep Subulussalam Gaungkan Kebersamaan Lewat Zikir dan Selawat Bersama

Caption: Kebersamaan di Maulid Nabi 1448 H. Pj. Kepala Kampong Pulo Kedep, Ust. Agustari Husni, M.Pd bersama tokoh agama dan warga saat zikir dan selawat bersama di Masjid Agung Baitul Halim Sultan Daulat, Senin (19/10/2026). Fot Dok IST

SERGAP.CO.ID

KOTA SUBULUSSALAM, || Pemerintah Kampong Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi dengan menggelar zikir dan selawat bersama sebagai wujud kebersamaan dan cinta Rasulullah.

Bacaan Lainnya

Peringatan Maulid tahun ini mengusung tema “Menjadikan Momentum Maulid Nabi untuk Menguatkan Kebersamaan dan Toleransi”. Tema tersebut diwujudkan secara khusyuk melalui gema zikir dan selawat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pj. Kepala Kampong Pulo Kedep, Ust. Agustari Husni, M.Pd, mengatakan pihaknya sengaja memfokuskan peringatan Maulid tahun ini hanya pada kegiatan zikir dan selawat sebagai bentuk kecintaan yang murni kepada Rasulullah SAW.

“Kami fokuskan pada zikir dan selawat bersama. Ini cara warga Pulo Kedep mengekspresikan cinta kepada Rasulullah, sekaligus menjadi doa bersama untuk keselamatan kampong dan Kota Subulussalam, Bumi Sada Kata,” kata Abi Agustari Husni, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, lantunan zikir dan selawat bukan sekadar ritual keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi, doa bersama untuk keselamatan daerah, serta wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Ia menjelaskan, tradisi zikir dan selawat sudah menjadi bagian dari syiar Islam di Kota Subulussalam. Di tingkat kota, kegiatan serupa seperti Zikir Akbar dan Istighasah kerap digelar di masjid-masjid besar. Tradisi tersebut kini terus dihidupkan hingga ke tingkat kampong.

“Di Pulo Kedep, kami ingin gema zikir dan selawat ini menjadi perekat kebersamaan. Warga duduk bersama, berzikir bersama, berselawat bersama. Di situlah letak kekuatan toleransi dan kekompakan warga,” ujarnya.

Rangkaian zikir dan selawat dalam rangka Maulid Nabi di Pulo Kedep dipusatkan di Masjid Agung Baitul Halim Sultan Daulat, dikarenakan Masjid Baitul Mabrur Pulo Kedep saat ini sedang dalam renovasi. Antusias seluruh lapisan masyarakat terpantau sangat meriah, mulai dari aparatur kampong, tokoh agama, pemuda, hingga warga setempat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan tradisi masyarakat Aceh lainnya, dimana perayaan Maulid identik dengan kebersamaan dan gotong royong, seperti tradisi membawa hidangan dalam talam untuk disantap bersama setelah zikir dan selawat selesai.

Adapun kelompok zikir yang hadir antara lain Kelompok Majelis Ta’lim Bapak-Bapak dari Kp. Suka Maju, Pulo Belen, Gunung Bakti, Jambi Baru dan dari Dah, Rundeng. Kemudian juga hadir Ayah Subulurrahmah, Ayah Raudhatul Ulum, BP. Baitul Muarrif, BP. Miftahul Jannah, BP. Nurul Fajri, BP. Umratul Husna, dan BP. Miftahussa’adah.

Abi Agustari berharap, dengan menguatnya gema zikir dan selawat di Kampong Pulo Kedep, nilai kebersamaan dan toleransi dapat terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

(Dh@r).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *