KAB. SUMBA TIMUR, || Babinsa Koramil 01/Lewa, Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu I Nengah Suardiasa, memantau perkembangan tanaman lombok dan jagung milik warga binaan di Desa Padanjara, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan melalui komunikasi sosial (Komsos) sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Pemantauan ini menjadi bagian dari peran aparat teritorial dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga. Melalui interaksi langsung dengan petani, Babinsa berupaya membangun kedekatan serta mendorong masyarakat agar terus mengembangkan usaha pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu I Nengah berkomunikasi dengan warga untuk mengetahui perkembangan tanaman lombok dan jagung yang sedang dibudidayakan. Kehadirannya di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian mereka.
Namun, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak cukup hanya mengandalkan semangat petani dan pemantauan di lapangan. Ketersediaan pupuk, kualitas benih, pengairan, pengendalian hama, hingga kepastian harga jual hasil panen juga menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan usaha pertanian.
Karena itu, pendampingan terhadap petani perlu diikuti dukungan konkret dari instansi terkait agar berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat. Tanpa dukungan sarana produksi dan akses pasar yang memadai, peningkatan produktivitas pertanian berpotensi menghadapi hambatan.
Kegiatan Komsos yang dilakukan Babinsa Koramil 01/Lewa tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengembangan sektor pertanian di Desa Padanjara.
Keberhasilan program ketahanan pangan pada akhirnya perlu tercermin dari peningkatan hasil produksi, keberlanjutan usaha tani, serta kesejahteraan petani. Dengan demikian, pendampingan di wilayah binaan diharapkan tidak berhenti pada pemantauan, tetapi juga menjadi bagian dari dorongan berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.
(Ms)






