KOTA TASIKMALAYA, || Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD menjadi delapan sekaligus membidik kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029. Target tersebut menjadi salah satu agenda utama kepengurusan baru di bawah kepemimpinan H. Wahid, S.Pd., untuk masa bakti 2026–2031.
Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya terpilih, H. Wahid, menyampaikan target itu seusai kegiatan orientasi, pengukuhan, dan musyawarah kerja cabang (mukercab) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus di Hotel Harmoni, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri kader PKB dan dipimpin Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat, H. Oleh Soleh.
“Kekuasaan tidak diberikan, tetapi direbut,” ujar Wahid, menegaskan pentingnya kerja politik dan penguatan dukungan masyarakat untuk mencapai target tersebut.
Selain memperkuat posisi di lembaga legislatif, Wahid berharap PKB Kota Tasikmalaya dapat meraih kursi eksekutif pada kontestasi pilkada mendatang. Menurutnya, peluang tersebut harus dibangun melalui kerja nyata, terutama dengan membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sehari-hari.
“Kita fokuskan membantu masyarakat. Mudah-mudahan bisa dipercaya duduk di kursi eksekutif,” katanya.
Sementara itu, H. Oleh Soleh mengatakan pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial. Sebelum pengukuhan, para pengurus telah melalui rangkaian proses kaderisasi dan pembekalan untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas politik serta tanggung jawab kepada masyarakat.
Mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, Oleh Soleh berpesan agar seluruh kader mengutamakan kepentingan rakyat melalui pelayanan dan tindakan nyata. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari penanganan sampah, kemiskinan, hingga akses terhadap fasilitas kesehatan.
Ia juga mendorong kepedulian terhadap kelompok rentan, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah dan pengemudi ojek tradisional. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah program food bank atau penyediaan bantuan pangan secara berkala bagi warga yang membutuhkan.
Menurut Oleh Soleh, kehadiran partai di tengah masyarakat harus dibuktikan melalui kerja berkelanjutan, bukan hanya ketika menghadapi pemilihan umum.
Pesan tersebut menjadi tantangan bagi kepengurusan baru DPC PKB Kota Tasikmalaya. Target penambahan kursi DPRD dan perolehan posisi eksekutif membutuhkan strategi politik yang terukur, konsolidasi kader, serta kemampuan membangun kepercayaan publik.
Dengan masa kepengurusan hingga 2031, PKB Kota Tasikmalaya diharapkan mampu menerjemahkan agenda politiknya menjadi program yang menyentuh kebutuhan warga. Keberhasilan target 2029 pada akhirnya akan bergantung pada dukungan pemilih dan konsistensi kader dalam menjalankan komitmen pelayanan masyarakat.
(Rzl)






