Tugu Montix Seunagan, Saksi Bisu Kejayaan Sawit di Nagan Raya

Caption: Wartawan dua era, Muhammad Hasanuddin, saat berfoto di lokasi Tugu Montix PT Socfindo Kebun Seunagan, Gampong Arongan, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Senin (28/9/2026). Tugu lokomotif lori No 4 ini menjadi saksi bisu kejayaan industri kelapa sawit di Aceh. FOTO: SERGAP.CO.ID/M. Adhar.

SERGAP.CO.ID

KAB. NAGAN RAYA, || Di simpang tiga Gampong Arongan, tepat di samping Pabrik Kelapa Sawit Kebun Seunagan milik PT Socfin Indonesia (Socfindo), Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, berdiri sebuah tugu yang tidak lazim. Bentuknya menyerupai lokomotif kecil berwarna kuning dan hitam. Itulah Tugu Montix.

Bacaan Lainnya

Bagi orang awam, kata montix sering disalahartikan sebagai sepeda listrik. Padahal, montix yang dimaksud adalah kereta api mini atau lori pengangkut hasil perkebunan yang melegenda.

Sejarah montix tidak terlepas dari sejarah PT Socfindo. Pada masa itu, jaringan rel sempit dibangun di dalam areal perkebunan untuk memperlancar pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS). Akses jalan darat belum memadai, petak-petak kebun yang berlumpur dan luas sulit dijangkau truk.

Kehadiran montix menjadi solusi. Lokomotif mini bertenaga uap, yang kemudian digantikan mesin diesel kecil, mampu menarik belasan gerbong berisi TBS.

Namun, seiring perkembangan zaman, peran montix perlahan tergeser. Pembangunan jalan beraspal yang semakin baik dan kehadiran truk modern yang lebih cepat serta berkapasitas besar membuat operasional rel menjadi tidak efisien. Biaya perawatan jalur yang tinggi menjadi pertimbangan utama. Satu per satu jalur rel pun dinonaktifkan.

Agar sejarah tersebut tidak hilang, manajemen PT Socfindo Kebun Seunagan berinisiatif mengabadikan salah satu unit terbaik yang masih tersisa. Unit tersebut direstorasi dan didirikan sebagai tugu di lokasi yang dikenal warga sebagai Simpang Arongan.

Kini, Tugu Montix tidak hanya menjadi penanda kebun, tetapi juga ikon wisata sejarah. Banyak pengendara yang melintas sengaja berhenti untuk melihat dari dekat dan berfoto. Bagi orang tua, tugu ini menjadi sarana bercerita kepada anak cucu tentang beratnya perjuangan di kebun pada masa lalu.

Wartawan senior yang telah lebih dari 30 tahun meliput di Nagan Raya, bahkan sejak Nagan Raya masih berada dibawah administrasi Aceh Barat Muhammad Hasanudin, menilai keberadaan tugu tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

“Sejak tahun 80-an saya sudah melihat montix itu beroperasi di PT Socfindo Kebun Seunagan dan Socfindo Kebun Seumayam. Suaranya menjadi penanda waktu masuk kerja. Jika sekarang dibuat tugu, itu langkah luar biasa dari Socfindo. Jangan sampai generasi baru tidak tahu bahwa kemajuan sawit di Nagan ini ada kisah montix di baliknya,” ujar Hasanudin kepada SERGAP.CO.ID di lokasi tugu, Gampong Arongan, Senin (28/9/2026).

Menurut dia, lebih dari sekadar besi tua, Tugu Montix Seunagan merupakan simbol penghargaan kepada para perintis perkebunan. Tugu itu menjadi bukti bahwa kejayaan kelapa sawit yang dinikmati hari ini dibangun di atas fondasi kerja keras dan teknologi sederhana pada masa lalu.

“Bagi generasi Z, Tugu Montix adalah cermin untuk belajar rendah hati. Di balik hamparan sawit yang hari ini tampak rapi dan modern, ada peluh, lumpur, dan suara lokomotif tua yang setiap pagi membangunkan para pekerja,” katanya.

“Tugu ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi generasi yang lupa. Di zaman yang serba cepat dan instan, montix mengingatkan bahwa semua hal besar selalu dimulai dari hal kecil dan sederhana. Berhentilah sejenak di Simpang Arongan. Menghargai pendahulu adalah cara terbaik untuk menjaga masa depan. Jejak itu bernama montix,” pungkas Hasanudin.

 (Dhar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *