SERGAP.CO.ID
TASIKMALAYA, || Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Tasikmalaya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) 2026 untuk menentukan kepemimpinan organisasi periode 2026–2031.
Kegiatan yang mengusung tema “Bijak di Rantau, Paguno di Kampung” tersebut berlangsung di Saung Sambel Hejo, Jalan Letjen Mashudi No. 40, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Musda menjadi forum konsolidasi warga PKDP sekaligus ruang untuk menentukan arah organisasi selama lima tahun ke depan. Selain agenda pemilihan ketua, peserta juga membahas program kerja yang akan menjadi pijakan kepengurusan mendatang.
Dalam pemilihan Ketua DPD PKDP Tasikmalaya, terdapat tiga kandidat yang mengikuti proses pemilihan. Mereka yakni Rice Panarta dengan nomor urut 1, Basri Joni nomor urut 2, dan Usman Koto nomor urut 3.
Ketiga kandidat tersebut mengikuti proses pemilihan sesuai mekanisme Musda. Dengan adanya tiga calon, peserta Musda memiliki ruang untuk menentukan figur yang akan menerima amanah memimpin DPD PKDP Tasikmalaya untuk periode 2026–2031.

Peserta Musda berasal dari warga PKDP yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW PKDP Jawa Barat Andika Fauzi, Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya Syahrial Koto, Sekretaris IKM Tasikmalaya Hendrizal, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kehadiran unsur organisasi PKDP Jawa Barat dan organisasi masyarakat Minang di Tasikmalaya turut menjadi bagian dari suasana silaturahmi dalam pelaksanaan Musda.
Ketua Panitia Musda DPD PKDP Tasikmalaya, Nasdial, mengatakan pelaksanaan Musda memiliki tiga agenda utama yang menjadi rangkaian kegiatan.
“Agenda Musda terdiri dari tiga bagian, yakni pembukaan dan laporan pertanggungjawaban, pemilihan Ketua DPD PKDP Tasikmalaya periode 2026–2031, serta pembahasan program kerja,” ujar Nasdial.
Menurutnya, ketiga agenda tersebut menjadi bagian penting dalam proses organisasi, mulai dari penyampaian pertanggungjawaban kepengurusan hingga menentukan kepemimpinan serta program kerja untuk periode berikutnya.
Agenda laporan pertanggungjawaban menjadi ruang bagi kepengurusan sebelumnya untuk menyampaikan pelaksanaan kegiatan organisasi. Sementara pemilihan ketua menjadi tahapan untuk menentukan kepemimpinan baru.
Adapun pembahasan program kerja diarahkan untuk menyusun kegiatan organisasi selama masa kepengurusan 2026–2031. Program tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga PKDP sekaligus memperkuat komunikasi antardaerah.

Musda juga menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi mengenai keberadaan dan peran organisasi di tengah masyarakat. Hal itu mencakup penguatan silaturahmi, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta upaya menjaga hubungan antarsesama warga Piaman di wilayah perantauan.
Tema “Bijak di Rantau, Paguno di Kampung” menjadi salah satu pesan utama dalam pelaksanaan Musda.
Tema tersebut menggambarkan harapan agar warga Piaman yang berada di perantauan tetap mampu menjaga hubungan dengan kampung halaman. Tegasnya Nasdial.
Dalam konteks organisasi paguyuban, keberadaan PKDP tidak hanya berkaitan dengan struktur kepengurusan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Piaman.

Karena itu, kepengurusan DPD PKDP Tasikmalaya periode 2026–2031 nantinya akan menghadapi tantangan untuk menjaga komunikasi warga yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran.
Selain menjaga kekompakan internal, program kerja juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang melibatkan warga PKDP.
Proses pemilihan ketua menjadi salah satu bagian dari keseluruhan agenda Musda. Sementara keputusan mengenai program kerja akan menjadi hasil pembahasan peserta dan menjadi acuan bagi kepengurusan terpilih dalam menjalankan roda organisasi.
Dengan demikian, Musda DPD PKDP Tasikmalaya 2026 tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun agenda lima tahun mendatang.
Hasil pemilihan akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin DPD PKDP Tasikmalaya periode 2026–2031. Selanjutnya, kepengurusan baru diharapkan dapat menjalankan hasil Musda serta mengakomodasi aspirasi warga PKDP di seluruh wilayah yang menjadi cakupan organisasi.
Musda juga menjadi momentum untuk mempertahankan semangat kekeluargaan warga Piaman di perantauan, sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Bijak di Rantau, Paguno di Kampung.” Pungkasnya.
(Red)






