KAB. SUMBA TIMUR, || Dukungan terhadap program swasembada pangan terus dilakukan di tingkat desa. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 06/Karera Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Junus Ratu, turun langsung membantu petani memanen padi di Desa Kakaha, Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (12/9/2026).
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas panen bukan hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi pertanian dan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.
Sertu Junus Ratu turut bekerja bersama para petani dalam proses panen padi. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu ujung tombak dalam menjaga ketersediaan pangan.
Pendampingan seperti ini dinilai penting karena keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga bergantung pada kondisi nyata yang dihadapi petani di lapangan. Ketersediaan lahan, proses pengolahan, perawatan tanaman hingga hasil panen menjadi bagian yang saling berkaitan.
Melalui keterlibatan langsung di lapangan, Babinsa dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan pertanian sekaligus mendengar kendala yang mungkin dihadapi petani dalam mengelola lahan mereka.
Sertu Junus Ratu mengatakan Babinsa akan berupaya terus hadir memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya petani, mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen.
“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada para petani. Semoga hasil panen yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi keluarga petani dan turut mendukung ketahanan pangan di wilayah Sumba Timur,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan terhadap petani tidak hanya bertujuan membantu pekerjaan di sawah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat antara TNI dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan yang muncul di wilayah dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Di sisi lain, masyarakat petani tetap menjadi pihak utama yang menentukan keberhasilan produksi pertanian. Dukungan aparat maupun pemerintah akan lebih efektif apabila berjalan seiring dengan kebutuhan dan kondisi nyata di tingkat petani.
Karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat perlu terus diperkuat. Pendampingan harus diarahkan bukan sekadar hadir saat panen, tetapi juga membantu menciptakan ekosistem pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kegiatan panen di Desa Kakaha tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Sumba Timur.
Diharapkan hasil panen yang diperoleh tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi keluarga petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat semangat masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian.
(Sumber : Pendim 1601 ST/Ms)






