Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 01/Lewa Ingatkan Warga Makamenggit Hindari Bakar Lahan

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TIMUR, || Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Sumba Timur. Babinsa Koramil 01/Lewa Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu I Gede Kari Astawa, mengingatkan warga Desa Makamenggit, Kecamatan Nggoa, agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.

Bacaan Lainnya

Imbauan tersebut disampaikan saat Sertu I Gede Kari Astawa melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaan di Desa Makamenggit, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan Komsos tersebut dimanfaatkan Babinsa untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memantau perkembangan kondisi wilayah binaannya. Dalam pertemuan itu, isu pencegahan kebakaran menjadi salah satu perhatian karena aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar berpotensi menimbulkan dampak luas.

Sertu I Gede Kari Astawa mengajak masyarakat tidak hanya menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga memiliki kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. Menurutnya, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan mudah menyebar apabila kondisi lingkungan dan arah angin tidak diperhitungkan.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila akan membuka atau membersihkan lahan, hendaknya dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan metode pembakaran,” imbau Babinsa.

Ia mengingatkan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berpotensi merusak vegetasi dan ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran dapat mengurangi kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan warga.

Karena itu, pencegahan dinilai lebih penting daripada menunggu api membesar dan kemudian melakukan penanganan. Kesadaran masyarakat di tingkat desa menjadi salah satu kunci untuk meminimalkan risiko kebakaran, terutama ketika warga melakukan aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan.

Di sisi lain, masyarakat tetap membutuhkan cara yang praktis dan aman dalam mengelola lahan. Karena itu, imbauan untuk tidak membakar perlu diikuti dengan kesadaran mengenai alternatif pembersihan lahan yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran.

Babinsa juga mendorong warga agar segera berkoordinasi apabila menemukan aktivitas atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran. Komunikasi antara masyarakat dan aparat kewilayahan diharapkan dapat mempercepat langkah pencegahan sebelum api meluas.

Komsos tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa menjaga hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui keterlibatan masyarakat secara aktif, pencegahan karhutla diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi menjadi gerakan bersama di tingkat desa.

Dengan lingkungan yang terjaga dan aktivitas pembukaan lahan dilakukan secara aman, risiko kebakaran dapat ditekan sekaligus melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat Desa Makamenggit dan wilayah sekitarnya.

(Sumber : Pendim 1601 ST/Ms)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *