WAINGAPU, || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Waikabubak menorehkan prestasi dalam pengelolaan anggaran dengan meraih Terbaik III Kinerja Pelaksanaan Anggaran Kategori Pagu Sedang pada KPPN Waingapu Awards Semester I Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Stakeholders’ Day Semester II Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi PMK Nomor 41 Tahun 2026 di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Waingapu, Selasa (11/8/2026).
Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Waikabubak, Silvester Dhae, hadir mewakili Kepala Lapas sekaligus menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Waingapu, Natalia Madiarti.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan anggaran di Lapas Waikabubak berjalan dengan kinerja yang terukur. Namun, penghargaan itu tidak boleh berhenti sebagai capaian administratif. Prestasi tersebut harus menjadi pijakan untuk menjaga akuntabilitas dan meningkatkan kualitas penggunaan anggaran negara.
Silvester menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pengelola keuangan yang dinilai telah bekerja dengan teliti dan berintegritas sepanjang Semester I 2026.
“Penghargaan Terbaik III ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, ketelitian, dan integritas seluruh tim pengelola keuangan Lapas Waikabubak,” ujar Silvester.
Menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pemicu bagi jajaran Lapas Waikabubak untuk meningkatkan kinerja pada semester berikutnya, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan tata kelola anggaran.
Rangkaian Stakeholders’ Day juga diisi dengan Sharing Informasi Perkembangan APBN Sumba (SIMBA) hingga 31 Juli 2026, sosialisasi PMK Nomor 41 Tahun 2026, sosialisasi antikorupsi dan antigratifikasi, penyampaian saluran pengaduan, survei kepuasan pengguna layanan, serta peluncuran inovasi HINGGI.
Dari sisi pengawasan, agenda antikorupsi dan antigratifikasi menjadi pengingat bahwa kinerja anggaran tidak semata-mata diukur dari serapan, tetapi juga dari kepatuhan, transparansi, integritas, dan efektivitas penggunaannya.
Lapas Waikabubak menegaskan komitmennya untuk mempertahankan capaian sekaligus memperkuat sinergi dengan KPPN Waingapu. Pengelolaan keuangan negara dituntut semakin terbuka, tertib, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Prestasi Terbaik III menjadi modal penting, tetapi tantangan berikutnya lebih besar: mempertahankan kinerja dan membuktikan bahwa penghargaan tersebut lahir dari tata kelola anggaran yang konsisten, bukan sekadar pencapaian sesaat.
(Ms)






