Kades Jagabaya Sanggah Isu Penyelewengan Dana Bumdes dan Hibah Ban Gub

Kades Jagabaya Sanggah I cysu Penyelewengan Dana Bumdes dan Hibah Ban Gub

BANDUNG,Kepala Desa Jagabaya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jajang Rukayat, http://S.IP*, angkat bicara dan memberikan hak jawab terkait pemberitaan di salah satu media lokal pada Minggu (3/8/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pemberitaan tersebut, dirinya disorot terkait dugaan ketidaktransparanan penggunaan anggaran *Bantuan Keuangan Provinsi (Ban Gub)* senilai Rp130 juta periode 2021–2023. Selain itu juga disinggung soal dugaan penyelewengan dana Ketahanan Pangan Bumdes, jarang hadir di kantor, hingga ketidakpedulian terhadap warga sakit.

Dana Ban Gub Digunakan untuk Infrastruktur Kantor Desa

Jajang menyayangkan cara pemberitaan yang dilakukan secara sepihak. Ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Inspektorat.

“Tentang dana hibah Provinsi Rp130 juta tahun 2021-2023 itu digunakan sesuai aturan Gubernur. Dan itu bukan hibah, tapi bantuan rutin untuk setiap desa yang digunakan untuk infrastruktur pembangunan kantor desa,” jelas Jajang kepada _DewiCyberMedia_, Senin (4/8/2026).

Program Ketahanan Pangan Bumdes Baru Jalan 2024

Mengenai dana Ketahanan Pangan, Jajang menjelaskan regulasi program tersebut baru diimplementasikan tahun 2024.

Di Desa Jagabaya, program dijalankan melalui kegiatan peternakan domba dan unggas berupa itik dengan melibatkan peternak yang paham di bidangnya. Kegiatan ini berlangsung hingga 2025.

Bantah Isu Jarang Kantor dan Pakai Dana Pribadi

Jajang juga membantah tudingan dirinya jarang hadir karena sibuk bertani dan menggunakan dana Ketahanan Pangan untuk kepentingan pribadi.

“Semua laporan keuangan diperiksa Inspektorat dan BPK. Jadi tidak mungkin saya gegabah menggunakan anggaran pemerintah untuk pribadi. Saya memang dari dulu bertani sayuran sebelum menjabat Kepala Desa,” tegasnya.

Warga Sakit Sudah Ditangani

Untuk isu ketidakpedulian terhadap warga sakit, Jajang menyebut sebelum berita terbit, penanganan sudah dilakukan oleh Ibu Kades bersama kader. Pasien telah dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih selektif menerima informasi.

“Jika ada hal yang kurang dipahami, sebaiknya langsung ditanyakan ke pihak desa,” pungkasnya.

(Red) **

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *