Perkuat Satu Komando, BPBD Jabar Satukan Lembaga Relawan dalam Diskusi Panel Relawan Tangguh Untuk Kemanusiaan
BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menggelar Diskusi Panel Berbagi Pengalaman Membangun Relawan Tangguh untuk Kemanusiaan, Kamis (18/9) di Hotel Travelo Bandung.

Kegiatan ini mempertemukan ratusan relawan dari berbagai unsur – Tagana, LPBI, MDMC, RAPI, ORARI, Pramuka, PKK, Karang Taruna, dan puluhan organisasi kemanusiaan lainnya se-Jawa Barat.
Diskusi panel dipandu oleh Hadi Rahmat Harja Sasmita,S.Sos., Pranata Humas Ahli BPBD Jabar sebagai moderator, dan menghadirkan narasumber utama Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B.
TIGA POIN PENTING HASIL DISKUSI:
1. Kompetensi Relawan Harus Tersertifikasi Negara
Kompetensi relawan tidak bisa diakui sendiri. Harus melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini untuk memastikan relawan memiliki kapasitas yang standar dan terukur saat bertugas.
“Kompetensi itu bukan diakui diri sendiri, tapi ada lembaganya. Kita bisa mengaku bisa ini dan itu, tapi kompetensinya harus ada yang melegalkan,” tegas salah satu narasumber.
2. Hilangkan Ego Bendera, Satu Bahasa Kemanusiaan
Masalah yang sering muncul di lapangan adalah ego sektoral organisasi dan tumpang tindih tugas. Semua peserta sepakat, indikator utama relawan adalah . Lilah hitaala .
“Jangan melihat bendera kita paling tinggi. Harus dihapuskan ego sektoral. Yang penting bukan nama saya, tapi kemanusiaannya,” ujar salah satu penanya yang disambut tepuk tangan peserta.
3. Warga Desa Adalah Relawan Pertama & Peran PKK
Menjawab pertanyaan warga dan kader PKK Kota Bandung, disepakati bahwa penguatan kapasitas harus sampai tingkat RT/RW dan Dasawisma melalui program *Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GASTTB)* dan *Desa Tangguh Bencana (Destana)*. BPBD Jabar membuka diri untuk pelatihan evakuasi dan tanggap bencana bagi kader PKK.

STATEMENT KUNCI – Drs. Pangarso Suryotomo:
Menutup diskusi, beliau menegaskan pentingnya satu komando.
“Harapannya pastinya satu, kita berkumpul hari ini di Bandung untuk Jawa Barat, untuk mempertemukan lembaga-lembaga relawan yang ada di Jawa Barat. Kita memaknai hal yang sama bahwa kita sebagai relawan penanggulangan bencana itu punya kemampuan yang sama, punya informasi yang sama yang perlu disampaikan ke masyarakat. Forum inisialisasi hari ini adalah langkah awal untuk menyatukan itu. Satu komando, satu bahasa, yaitu bahasa kemanusiaan untuk Jawa Barat yang lebih tangguh.”

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen Kolaborasi Pentahelix untuk mewujudkan Jabar Tangguh.






