Labaona Raih Juara II Resensi Buku, Tambah Deretan Prestasi SMPN 1 Nagawutung

SERGAP.CO.ID

KAB. LEMBATA, || Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Yosep Bolet Labaona, siswa SMPN 1 Nagawutung, yang berhasil meraih Juara II Lomba Pembuatan Resensi Buku pada Festival Literasi Kabupaten Lembata Tahun 2026, yang diikuti lebih dari 50 pelajar tingkat SMP se-Kabupaten Lembata. Labaona tampil menonjol berkat kemampuannya mengulas buku secara kritis, sistematis, dan argumentatif sehingga berhak membawa pulang piala penghargaan serta uang pembinaan sebesar Rp3 juta.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan Labaona semakin memperpanjang daftar prestasi yang berhasil ditorehkan SMPN 1 Nagawutung dalam berbagai ajang akademik dan seni. Sebelumnya, sekolah ini pernah meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten Lembata pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Desa Roho, Kecamatan Buyasuri, menyisihkan peserta dari delapan kecamatan lain. Di bidang seni, SMPN 1 Nagawutung juga berhasil meraih Juara II Lomba Paduan Suara yang diselenggarakan Seminari Santo Dominikus Hokeng di Lamahora. Dan saat ini, setidaknya terdapat enam siswa sekolah tersebut juga tengah mengikuti Olimpiade tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Momen puncak dari rangkaian prestasi tersebut ditandai dengan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada Labaona oleh Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo Tuaq, pada Kamis (30/7/2026). Acara yang berlangsung di halaman SMPN 1 Nagawutung ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, Kepala Bidang Perpustakaan Frans Sabaleku, Camat Nagawutung, Ketua Komite Sekolah, para orang tua siswa, tenaga pendidik, serta seluruh siswa SMPN 1 Nagawutung.

Kepala SMPN 1 Nagawutung, Andre Odung, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian yang diraih peserta didiknya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan melalui penguatan budaya literasi, pembelajaran yang aktif, serta dukungan seluruh guru dan orang tua.

“Prestasi ini bukan hanya milik Yosep, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar SMPN 1 Nagawutung. Kami akan terus membangun budaya membaca, belajar, dan berkompetisi agar semakin banyak siswa yang mampu mengharumkan nama sekolah,” ujarnya.

Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo Tuaq, menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua atas dedikasi mereka dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik hingga mampu meraih prestasi.

“Terima kasih kepada para guru dan bapak ibu yang telah memberikan perhatian kepada Yosep. Kehadiran bapak ibu hari ini merupakan bentuk cinta dan perhatian terbesar bagi masa depan anak-anak kita. Ini adalah momen berharga untuk mendengarkan dan mendukung langkah mereka,” katanya.

Ia menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul, kritis, serta mampu menjawab tantangan masa depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggelorakan gerakan #LembataMembaca sebagai upaya membangun budaya membaca sejak dini.

“Mari menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Semakin kuat budaya literasi, semakin baik pula kemampuan berpikir dan berbahasa,” ujarnya.

Usai menerima penghargaan, Yosep Bolet Labaona menyampaikan terima kasih kepada para guru, orang tua, guru pendamping, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Bunda Literasi, serta Pemerintah Kabupaten Lembata.

“Meskipun sekolah kami berada jauh dari ibu kota kabupaten, kami memiliki semangat dan tekad untuk terus belajar serta mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya,” tutur Labaona.

Prestasi yang diraih Yosep Bolet Labaona menjadi bukti bahwa semangat literasi mampu menembus batas geografis. Dari sebuah sekolah di kampung, lahir pesan optimistis bahwa mutu pendidikan tidak semata ditentukan oleh letak geografis, melainkan oleh budaya belajar, dedikasi para guru, dukungan orang tua, serta keberanian peserta didik untuk terus bermimpi dan berprestasi.

SMP Negeri 1 Nagawutung terus mendorong peserta didik untuk gemar membaca, berdiskusi, berkarya, sekaligus mencintai identitas budaya Lamaholot. Literasi di sekolah ini tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca buku, tetapi juga diwujudkan melalui pentas seni, pengenalan tenun ikat, kerajinan tangan, pengolahan pangan lokal, hingga berbagai kegiatan yang mengangkat potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Komitmen tersebut kini diperkuat dengan pengembangan program kewirausahaan sekolah yang memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki. Pada musim tanam tahun ini, sekolah merencanakan pengelolaan lahan sekolah seluas sekitar satu hektare untuk penanaman jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pendidikan kewirausahaan. Hasil panen nantinya diharapkan menjadi sumber pendanaan berkelanjutan bagi pembangunan sarana sekolah, terutama pengembangan lapangan futsal yang akan menjadi ruang pembinaan minat, bakat, dan karakter peserta didik. Program ini dirancang agar para siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola usaha produktif, menumbuhkan semangat kerja keras, gotong royong, dan jiwa kewirausahaan.

Di bidang pelestarian budaya, SMP Negeri 1 Nagawutung juga terus mengembangkan program tenun ikat sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya lokal. Kegiatan ini didampingi secara intensif oleh tiga orang ibu guru yang membimbing peserta didik mengenal proses menenun sejak tahap awal hingga menghasilkan karya. Melalui program tersebut, sekolah berharap generasi muda tidak hanya mengenal warisan budaya Lamaholot, tetapi juga memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi sehingga mampu menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Untuk diketahui, Festival Literasi Kabupaten Lembata merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata dengan dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang, Pemerintah Kabupaten Lembata, TP PKK Kabupaten Lembata, Polres Lembata, Bank NTT Cabang Lembata, dan BPBD Kabupaten Lembata.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *