KUPANG, || Siapa sangka, tumpukan sampah plastik dan kertas bekas di Pasar Baun bisa berubah menjadi alat tulis yang bermanfaat bagi pelajar? Inovasi sosial ini lahir dari kolaborasi hangat antara Pengelola Pasar Baun, GMIT Maranata Teunbaun, Karang Taruna Uim Nima Teunbaun, dan Pemerintah Kecamatan Amarasi Barat.
Dalam semangat Bulan Pendidikan GMIT Tahun 2026, mereka menggelar gerakan “1 Pelajar 1 Buku Tulis” yang dipadukan dengan aksi unik “Tukar Sampah dengan Buku Tulis” pada Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini bukan sekadar pembagian bantuan, melainkan sebuah edukasi karakter. Masyarakat diajak untuk membawa sampah anorganik sebagai “mata uang” untuk menukarnya dengan buku tulis baru.
Konsep cerdas ini secara simultan menyelesaikan dua masalah: mengurangi limbah di lingkungan pasar sekaligus memastikan setiap anak sekolah memiliki perlengkapan dasar untuk belajar.
Pdt. Arni Nenobais Liu, S.Th., Pendeta GMIT Maranata Teunbaun, menekankan bahwa pendidikan adalah panggilan iman bersama.
“Gerakan 1 Pelajar 1 Buku Tulis mungkin terlihat sederhana, tetapi justru dari tindakan kecil inilah anak-anak belajar arti kepedulian dan berbagi. Lakukanlah sesuatu, meskipun kecil, dengan cinta yang besar,” ujarnya penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa momen ini adalah implementasi nyata dari tema “Pendidikan yang Memerdekakan”, di mana gereja, pemuda, dan masyarakat berjalan bersama menghadirkan harapan.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Uim Nima Teunbaun, Alfes Lopo, melihat kegiatan ini sebagai bukti bahwa pemuda bisa menjadi agen perubahan.
“Ini bukan hanya tentang buku, tapi membangun karakter anak agar peduli pada sesama dan lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci pendidikan berkualitas,” katanya.
Ia juga membuka ruang Open Donasi bagi siapa saja yang ingin berkontribusi lebih, baik berupa alat tulis maupun dana.
Ketua Pengelola Pasar Baun berharap pasar tidak lagi hanya dilihat sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi sosial.
“Dengan semangat ‘Tukar Sampah dengan Buku Tulis’, kami ingin menciptakan gerakan berkelanjutan yang menghubungkan kebersihan lingkungan dengan masa depan pendidikan anak-anak Amarasi Barat,” pungkasnya.
Melibatkan SD Negeri Baun 1, SMP Negeri 2 Amarasi Barat, serta Pemkab Kupang, acara ini menjadi bukti bahwa ketika komunitas bersatu, hal-hal kecil seperti selembar kertas bekas bisa bertransformasi menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.
(Desy)






