KOTA BIMA || Kepergian Yosep Bili, warga Kampung Lolo Komi, Desa Wee Renna, Kecamatan Kota Tambolaka, meninggalkan duka mendalam. Selama lebih dari 20 tahun ia bekerja sebagai karyawan PT. Sumber Mas Bima, NTB, dan meninggal dunia pada bulan juni lalu tanpa mendapatkan santunan maupun uang duka wafat dari tempatnya bekerja. Hal itu menjadi pertanyaan besar bagi keluarga almarhum selaku ahli waris.
Isteri almarhum Ibu Margretha saat di konfirmasi via Hp mengatakan, bahwa suaminya tiba-tiba Sakit Saat Siapkan Barang Nyebrang:
Kronologis kematian Yosep Bili ceritakan langsung oleh istrinya Margaretha atau Mama Veny, saat ditemui di kediamannya oleh Wartawan Berantas Tipikor, pafa Kamis 30 Juli 2026.
“Yosep Bili adalah suami saya yang bekerja di PT. Sumber Mas di Bima NTB,” jelas Margaretha.
Pada bulan Juni 2026, Yosep tengah mempersiapkan barang di kendaraan untuk disebrangkan. Setelah selesai, ia tiba-tiba merasa badannya tidak enak lalu pulang ke rumah kost.
“Tidak lama setelah sampai di rumah, Yosep sudah tidak bisa bertahan sakit. Saya langsung bawa lari ke Puskesmas Dara di Kota Bima,” ujarnya.
Namun nyawa almarhum tidak tertolong. Yosep Bili meninggal dunia pada 20 Juni 2026 di Puskesmas Dara. Jenazahnya baru dipulangkan dari Bima ke Sumba pada 23 Juni 2026 dan disemayamkan di kampung halaman.
Selama 20 Tahun Bekerja sebagai Sopir di PT. Sumber Mas Bima Gaji dan Jaminan Tak Jelas:
Margaretha mengungkapkan keprihatinannya. Selama 20 tahun lebih suaminya bekerja sebagai sopir nyebrang di PT. Sumber Mas, ia tidak pernah tahu pasti berapa gaji/upah suaminya per bulan.
“Ketika suami saya meninggal, kami tidak pernah diinformasikan ke pihak pemilik PT. Tetapi sebelum sakit, suami saya dijadwalkan mengantar barang ke Surabaya dengan uang jalan dari PT sebesar Rp7.000.000,” ungkapnya.
Karena almarhum meninggal, uang Rp7 juta itu tidak terpakai. Untuk pemulangan jenazah, pihak PT. Sumber Mas hanya menambah Rp5.000.000.
“Adapun upah lain, santunan, atau jaminan hari tua dan lainnya, tidak ada,” sebutnya dengan suara bergetar.
Isteri dan anak-anak almarhuma Yosep Bila memohon kepada kepada Pemerintah Kota Bima kiranya berkenan membantu agar PT. SUMBER MAS Bima Bertanggung Jawab:
Margaretha berharap pemerintah, terutama Dinas Tenaga Kerja Kota Bima, dapat melihat dan membantu nasib keluarganya.
“Suami saya karyawan tetap, apalagi sebagai sopir nyebrang di PT. Sumber Mas. Sampai sekarang tidak ada realisasi lanjut terkait meninggalnya suami saya. Dengan ini saya memohon agar diperhatikan, terutama terkait gaji/upah maupun santunan,” tegasnya sambil meneteskan air mata.
Ia menambahkan, almarhum Yosep Bili meninggalkan istri dan 3 orang anak. Saat ini almarhum tercatat memiliki KTP warga Kampung Dara, Kecamatan Raba Nae Barat, Kota Bima.
Harapan Keluarga yang ditinggal.
Keluarga berharap PT. Sumber Mas bertanggung jawab atas hak-hak almarhum, mulai dari gaji yang belum dibayarkan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga santunan duka.
Sampai berita ini dirilis pihak PT. SUMBER MAS Bima belum dapat di konfirmasi.
(Man)






