BULOG Perkuat Sinergi dengan Komisi IV DPR RI, Stok Beras Nasional Diklaim Capai Rekor Tertinggi

SERGAP.CO.ID

KAB. BANYUWANGI, || Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama Komisi IV DPR RI dan berbagai pemangku kepentingan dalam Kunjungan Kerja Reses di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (23/7/2026). Dalam forum tersebut, BULOG juga mengungkapkan bahwa stok beras nasional yang dikelolanya telah mencapai 5,2 juta ton, yang diklaim sebagai jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kunjungan kerja tersebut mempertemukan unsur pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pelaku usaha, petani, nelayan, serta tokoh masyarakat untuk membahas berbagai isu strategis di sektor pertanian dan perikanan, khususnya di kawasan pesisir Banyuwangi. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Banyuwangi, jajaran Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, PT Pupuk Indonesia, ID FOOD, Perum BULOG, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, PT BSI, hingga perwakilan petani dan nelayan.

Dalam forum tersebut, BULOG menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Sebagai BUMN yang mendapat penugasan pemerintah, BULOG terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta distribusi pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan ketahanan pangan merupakan agenda strategis yang tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku usaha, petani, nelayan, dan masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu institusi, tetapi merupakan kerja bersama agar masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Menurut Ahmad Rizal, hingga 20 Juli 2026 BULOG mengelola stok beras nasional sebanyak 5,2 juta ton. Sementara di Jawa Timur, stok mencapai 1,4 juta ton dengan kapasitas gudang sebesar 1,6 juta ton, sehingga masih tersedia ruang penyimpanan untuk mendukung penyerapan hasil panen petani pada musim berikutnya.

Dari sisi pembahasan dalam forum, para peserta juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor pangan dengan kelestarian lingkungan. Masukan dari petani dan nelayan turut menjadi bagian dari diskusi untuk memperkuat kebijakan di sektor pertanian dan perikanan.

BULOG menegaskan akan terus menjalankan penugasan pemerintah dengan memperkuat serapan hasil panen, menjaga Cadangan Beras Pemerintah, serta memastikan distribusi pangan berjalan efektif. Perusahaan berharap sinergi yang dibangun bersama DPR RI dan seluruh pemangku kepentingan mampu mendukung target swasembada pangan serta menjaga stabilitas pangan nasional secara berkelanjutan.

(Yusuf Kurniawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *