GM PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono: Sistem Komunikasi Adalah Tulang Punggung Pengendalian Operasi, Jaringan Kelistrikan Timor Kini Makin Andal

Caption : Demi pasokan listrik yang semakin andal dan anti-jeda, PLN UP2B NTT terus memperkuat sistem kendali kelistrikan di Pulau Timor

SERGAP.CO.ID

KOTA KUPANG, || General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa modernisasi infrastruktur telekomunikasi merupakan fondasi utama dalam membangun sistem kelistrikan tangguh berbasis teknologi digital di Pulau Timor.

Bacaan Lainnya

Pada Selasa (14/7/2026), PT PLN (Persero) UP2B NTT secara resmi melakukan pemasangan modul Small Form-factor Pluggable (SFP) pada managed switch, pengukuran jalur serat optik menggunakan Optical Power Meter (OPM), serta pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan komunikasi untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, aman, dan berkelanjutan.

“Keandalan pasokan listrik tidak hanya bertumpu pada performa pembangkit dan jaringan transmisi, melainkan juga pada sistem komunikasi yang menjadi tulang punggung pengendalian operasi. Lewat penguatan infrastruktur telekomunikasi ini, PLN memastikan proses monitoring dan kontrol sistem berjalan lebih cepat serta akurat demi pelayanan optimal bagi masyarakat,” ujar F. Eko Sulistyono.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital ini dirancang khusus untuk merespons pertumbuhan beban listrik yang pesat di wilayah NTT. “Kami optimis modernisasi ini tidak hanya menjaga kontinuitas pasokan listrik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Nusa Tenggara Timur,” imbuhnya.

Infrastruktur yang diperkuat ini akan menyokong operasional sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), memungkinkan pengiriman data telemetri dan sinyal kontrol ke Regional Control Center (RCC) tanpa hambatan sehingga waktu respons penanganan gangguan menjadi jauh lebih singkat. PLH Manager PLN UP2B NTT, Aditya Lanang Estu, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas konektivitas antarperangkat telah berhasil meminimalkan risiko kehilangan data saat pemantauan.

“Dengan infrastruktur yang lebih kokoh, risiko kehilangan data (loss of data) saat pemantauan dapat ditekan seminimal mungkin. Dispatcher kami kini bisa memonitor kondisi beban transformator, tegangan jaringan, hingga status pemutus tenaga (circuit breaker) di setiap GI secara instan tanpa jeda (delay). Hal ini membuat eksekusi penanganan gangguan di lapangan menjadi lebih cepat dan tepat,” jelas Aditya.

Melalui pemutakhiran infrastruktur telekomunikasi ini, PLN UP2B NTT telah memperkuat urat nadi pengoperasian jaringan listrik di Pulau Timor. Modernisasi berkelanjutan ini menjadi bukti nyata kesiapan PLN dalam menghadirkan sistem kelistrikan cerdas (smart grid) yang responsif dan andal bagi seluruh pelanggan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *