KEFAMENANU, || Langit Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pagi itu tampak berbeda. Di balik deru mesin pesawat perdana yang membelah angkasa perbatasan Indonesia-Timor Leste pada Rabu (15/07), ada sebuah cerita lain yang tak kalah heroik, namun berlangsung dalam hening dan ketelitian tinggi.
Saat dunia menyaksikan water salute menyambut kedatangan pesawat dari Kupang pukul 10.30 WITA, sepasukan “penjaga cahaya” dari PT PLN (Persero) sedang berdiri tegak di titik-titik krusial, memastikan bahwa tidak ada satu pun kedipan lampu yang mengganggu momen bersejarah pembukaan Bandara Jack Ukat.
Ini bukan sekadar soal menyalakan lampu. Ini adalah tentang menjaga stabilitas urat nadi baru bagi konektivitas nasional. Melalui sinergi ketat antara PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kefamenanu, pengamanan kelistrikan berlapis diterapkan dengan presisi militer.
Sejak fajar menyingsing, Manager ULP Kefamenanu, Anak Agung Ngurah Maha Adisutya, bersama tim teknik PLN dan personel PT PLN Nusa Daya telah bersiaga. Mereka memantau setiap fluktuasi beban listrik dengan mata elang, sementara satu unit genset backup siap siaga penuh sebagai jaring pengaman terakhir.
Hasilnya? Kesempurnaan. Dari pendaratan hingga lepas landas kembali pesawat pada pukul 14.00 WITA, seluruh rangkaian acara seremonial berjalan mulus tanpa gangguan teknis sekecil apa pun. Benidiktus Binsasi, anggota tim teknisi Pemerintah Kabupaten TTU, mengakui keandalan ini.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari PLN. Koordinasi sejak tahap persiapan hingga acara selesai berjalan sangat baik. Pasokan listrik yang stabil membuat seluruh agenda dapat berlangsung dengan aman dan lancar tanpa kendala teknis,” ungkapnya dengan nada lega.
Bagi PLN, keberhasilan di garis depan perbatasan ini lebih dari sekadar tugas operasional ini adalah pernyataan sikap.
Nikolas Denis Adrian, Manager PLN UP3 Kupang, melihat bandara ini sebagai magnet baru bagi investasi dan pariwisata.
“Listrik yang stabil akan menjadi fondasi utama. Kami hadir dengan komitmen penuh karena tahu bahwa energi yang andal adalah kunci membuka isolasi wilayah pinggiran,” kata Denis optimistis.
Senada dengan itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan kebanggaan institusinya dalam menjadi bagian dari sejarah konektivitas tersebut.
“Bandara Jack Ukat adalah simbol kemajuan. PLN akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan di NTT agar mampu menyokong pembangunan strategis, sehingga ekonomi daerah melesat lebih cepat,” pungkas Eko.
Di balik hiruk-pikuk perayaan penerbangan perdana, ada pesan kuat yang dikirimkan PLN bahwa di setiap sudut Nusantara, bahkan di batas negeri sekalipun, cahaya peradaban akan terus menyala, dikawal oleh tangan-tangan terampil yang bekerja dalam diam demi kemajuan bersama.
(Desi)






