MPLS SMA Pasundan 1 Bandung Dibuka dengan Prosesi Serentampi, Seni Budaya Sunda Jadi Identitas Sekolah

SERGAP.CO.ID

BANDUNG, || SMA Pasundan 1 Bandung mengawali pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menghadirkan konsep pembukaan yang berbeda. Mengusung tema pelestarian budaya lokal, sekolah menampilkan berbagai pertunjukan seni Sunda yang dikemas dalam prosesi Serentampi Murid Baru kepada Sekolah, sebagai simbol penyerahan peserta didik baru dari orang tua kepada pihak sekolah.

Bacaan Lainnya

Pembukaan MPLS yang digelar pada Senin (13/7/2026) itu menjadi daya tarik tersendiri bagi ratusan peserta didik baru. Berbagai penampilan seni hasil kolaborasi ekstrakurikuler disuguhkan untuk menyambut mereka sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah, sekaligus memperkenalkan identitas SMA Pasundan 1 Bandung yang menjunjung tinggi nilai budaya Sunda.

Prosesi pembukaan diawali dengan penampilan Lingkup Seni Sunda yang melibatkan ekstrakurikuler karawitan, tari tradisional, pencak silat, paduan suara, hingga sejumlah kegiatan seni lainnya. Penampilan tersebut turut didukung Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), sehingga menciptakan suasana penyambutan yang meriah sekaligus sarat makna.

Tidak hanya menjadi hiburan, rangkaian pertunjukan tersebut juga menjadi media edukasi budaya bagi peserta didik baru. Sekolah berharap mereka dapat mengenal nilai-nilai budaya Sunda sejak awal menempuh pendidikan, sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah.

Guru Seni Budaya SMA Pasundan 1 Bandung, Uyep Supratna, menjelaskan bahwa konsep pembukaan MPLS tahun ini sengaja dirancang berbeda dengan mengedepankan prosesi Serentampi Murid Baru kepada Sekolah.

“Konsep pembukaan MPLS tahun ini menggunakan prosesi Serentampi Murid Baru kepada Sekolah. Prosesi ini menjadi simbol penyerahan murid baru dari orang tua kepada pihak sekolah sebagai awal mereka menempuh pendidikan di SMA Pasundan 1 Bandung,” ujar Uyep.

Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya memiliki nilai seremonial, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi Sunda yang mengedepankan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan penghormatan dalam proses pendidikan.

Uyep menambahkan, seluruh penampilan yang ditampilkan merupakan hasil latihan intensif selama kurang lebih satu bulan. Persiapan dilakukan oleh para siswa yang tergabung dalam berbagai ekstrakurikuler seni dengan pendampingan guru pembina.

“Persiapannya sekitar satu bulan. Anak-anak sudah terbiasa berlatih di ekstrakurikuler sehingga prosesnya berjalan lancar. Alhamdulillah, banyak siswa kami yang memiliki talenta di bidang seni, seperti karawitan, tari, dan pencak silat. Hal itu menjadi kekuatan kami dalam menghadirkan pembukaan MPLS yang mengangkat seni dan budaya Sunda,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kebanggaan peserta didik terhadap budaya lokal sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk bergabung dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah.

Dari sisi penyelenggara, Ketua OSIS SMA Pasundan 1 Bandung, Raka Fathan Fauzan, mengatakan bahwa konsep pembukaan MPLS tahun ini dirancang agar memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik baru dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Raka, OSIS bersama para guru dan pengurus ekstrakurikuler berupaya menghadirkan suasana penyambutan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memiliki nilai edukatif.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi peserta didik baru melalui pembukaan yang mengangkat seni dan budaya Sunda. Harapannya, mereka dapat mengenal identitas sekolah sekaligus menikmati seluruh rangkaian MPLS dengan penuh semangat,” ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan siswa dalam seluruh proses persiapan menjadi salah satu bentuk pembelajaran kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Selain memperkenalkan sekolah kepada peserta didik baru, kegiatan tersebut juga menjadi ajang menunjukkan potensi serta prestasi ekstrakurikuler yang dimiliki SMA Pasundan 1 Bandung.

Sementara itu, Wakil Ketua OSIS SMA Pasundan 1 Bandung, Denissa Ayu Fitriani, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta didik baru sudah terlihat sejak hari pertama MPLS berlangsung.

Menurutnya, pembukaan yang dipersiapkan bersama oleh guru, OSIS, dan Lingkup Seni Sunda mendapat respons positif dari peserta didik baru yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

“Hari pertama MPLS berlangsung sangat meriah. Pembukaan yang dipersiapkan bersama seluruh warga sekolah mendapat antusiasme yang baik dari peserta didik baru. Semoga mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan menjadi bagian dari keluarga besar SMA Pasundan 1 Bandung,” tuturnya.

Pelaksanaan MPLS di SMA Pasundan 1 Bandung tidak hanya difokuskan pada pengenalan fasilitas dan tata tertib sekolah, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter peserta didik melalui penguatan nilai budaya, kebersamaan, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Melalui konsep pembukaan yang mengangkat seni dan budaya Sunda, sekolah ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan dunia pendidikan modern. Seni tradisional tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dijadikan bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

Kolaborasi antara guru, OSIS, dan berbagai ekstrakurikuler dalam menyukseskan pembukaan MPLS menjadi gambaran semangat gotong royong yang terus dipupuk di lingkungan SMA Pasundan 1 Bandung. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kreatif, dan menghargai keberagaman potensi setiap peserta didik.

Ke depan, sekolah berharap pengalaman pertama yang diperoleh peserta didik baru melalui pembukaan MPLS bernuansa budaya ini dapat meninggalkan kesan positif sekaligus menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar SMA Pasundan 1 Bandung. Selain mengenal lingkungan sekolah, mereka juga diharapkan memiliki kepedulian untuk melestarikan seni dan budaya Sunda sebagai identitas yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

(Dewi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *